Pertama Sejak Pandemi, IKM DIY Ekspor 28 Kontainer Senilai Rp8,7 Miliar

Pelepasan kontainer ekspor kerajinan asal DIY, Selasa (12/10/201). - Ist.
12 Oktober 2021 20:37 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Industri Kecil dan Menengah (IKM) di DIY mulai menunjukkan kebangkitannya melawan pandemi dengan melakukan ekspor 28 kontainer senilai Rp8,7 miliar. Ekspor pertama kontainer berisi produk kerajinan lokal sejak pandemi Covid-19 melanda itu secara resmi dilepas oleh Plt Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Reni Yanita di Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Selasa (12/10/2021).

“IKM yang melakukan ekspor perdana sejak pandemi dari DIY ini ada empat, semuanya pernah mengikuti Pameran Ambiente di Frankfurt, Jerman, jadi produknya bagus dan sudah dikenal oleh dunia. Seperti produk kerajinan home dekor terbuat dari anyaman, kami apresiasi industri mulai bangkit lagi,” kata Reni Yanita.

Reni mengatakan Kementerian Perindustrian memberikan pendampingan secara intens kepada keempat IKM tersebut dari awal. Semuanya melalui proses tidak instan, mulai dari secara mandiri mendaftarkan produk kerajinannya di Dinas Perindustrian di daerah hingga dapat diikutsertakan ke pameran di level lokal, nasional dan naik ke internasional di Pameran Ambiente. Besarnya pangsa pasar produk kerajinan buatan Indonesia diharapkan dapat memacu IKM lain untuk menyusul melakukan ekspor.

“Indonesia hanya mengambil sekitar 2,5 persen pangsa pasar kerajinan dunia, sehingga potensi masih besar bagi IKM lain. Informasi pendampingan, pameran kami berikan lewat medsos dapat dimanfaatkan. Para IKM bisa mendapatkan pendampingan juga melalui dinas daerah, seperti bagaimana membuat dan mengemas produk yang sesuai dengan minat buyer,” ujarnya.

Direktur Industri Aneka & IKM Direktorat IKMA Kemenperin Ratna Utarianingrum menambahkan empat industri kecil itu terdiri atas Harmoni Jaya Kreasi memberangkatkan enam kontainer ke Jerman senilai 105.000 Dolar AS dan Palemcraft sebanyak 16 kontainer ke Spanyol, Prancis, Belgia, Jerman dan Polandia senilai 315.000 Dolar AS. Selain itu ada Pandanus yang mengirimkan 10 kontainer ke Jerman dan AS senilai 150.000 Dolar AS dan Enclave mengirimkan dua kontainer ke Jerman senilai 40.000 Dolar AS.

“Sehingga totalnya 28 kontainer senilai 620.000 Dolar AS atau setara Rp8,7 miliar, karena masih ada beberapa yang menunggu jadwal, saat dilakukan pelepasan secara simbolis satu kontainer. Ini hanya untuk bulan Oktober nanti bulan selanjutnya sudah ada yang masuk list ekspor, intinya ekspor IKM mulai naik,” katanya.