Lonjakan Penumpang KAI saat Long Weekend, Jogja Jadi Destinasi Favorit
Penjualan tiket KAI tembus 584 ribu saat long weekend Kenaikan Yesus Kristus 2026. Yogyakarta jadi tujuan favorit wisatawan. Simak data lengkapnya.
Ilustrasi angin kencang./JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN- Masyarakat diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi hujan lebat disertai angin kencang. Seperti yang terjadu pada Senin (18/10/2021) sore di mana sejumlah pohon dilaporkan tumbang dan tiang baliho patah akibat hempasan angin kencang. Tidak dilaporkan adanya korban dalam peristiwa ini.
Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Sleman Makwan mengatakan hujan disertai angin kencang yang melanda Sleman menyebabkan tiga pohon dilaporkan tumbang di Caturharjo, Sleman. Salah satunya Pohon Munggur berdiameter ±50 centimeter di Jetis RT05 RW 06 Caturharjo Sleman.
"Pohonnya doyong sehingga mengganggu akses jalan. Semua pohon yang tumbang sudah dievakuasi tadi. Penyebabnya hujan lebat di sertai angin kencang," kata Makwan, Senin (18/10/2021).
BACA JUGA: Update 19 Oktober 2021: Covid-19 DIY Bertambah 20 kasus, Kematian 1 Kasus
Selain di Caturharjo, angin kencang juga menyebabkan pohon perindang jalan tumbang di Jalan Raya Tajem, Wedomartani, Ngemplak. Pohon tersebut masih bersandar pada jaringan telepon sebelum dievakuasi karena membahayakan pengguna jalan.
Dilaporkan juga sebuah tiang baliho di dekat Kampus UIN Sunan Kalijaga Jalan Solo-Jogja, Caturtunggal, Depok patah akibat diterpa angin. Bagian tengah tiang tersebut patah karena tidak kuat menahan papan baliho. "Luas baliho sekitar 8x4 meter setinggi 15 meter. Vendor atau pemilik baliho sudah menurunkan," kata Makwan.
Lahar Hujan
Selain itu, masyarakat di sepanjang pinggir kali yang berhulu Merapi juga diminta meningkatkan kesiap-siagaan terkait potensi banjir dan luapan air. Hal itu terjadi jika curah hujan di atas Gunung Merapi berlangsung lama dengan intensitas tinggi. "Hari ini (kemarin) dilaporkan banjir lahar hujan sudah masuk Kali Boyong, tapi situasi aman dan terkendali," katanya, Selasa (19/10/2021).
Berdasarkan laporan yang diterima Harian Jogja, aliran lahar hujan terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Air yang membawa material Merapi tersebut hanya berhenti di Timur Bukit Turgo, tidak sampai ke bawah. Selain ke arah Kali Boyong, material Merapi yang terbawa air hujan juga mengalir ke Kali Bebeng, Magelang.
Kepala Seksi Mitigasi Bencana BPBD Sleman Joko Lelono mengatakan dari sejumlah sungai yang berhulu Merapi diperkirakan Kali Gendol dan Kali Boyong memang berpotensi mengalami banjir lahar hujan. Itu terjadi jika intensitas hujan di atas Merapi terjadi tinggi dengan durasi lama.
"Kami siapkan 20 Early Warning System (EWS) di lereng Merapi untuk memantau potensi bencana banjir lahar di sungai-sungai yang berhulu Merapi," kata Joko.
Selain 20 EWS yang dalam kondisi baik, katanya, BPBD juga memiliki satu alat sensor di Turgo yang bertujuan untuk memonitor potensi banjir di sungai-sungai. Sensor akan mengabarkan potensi banjir melalui jaringan transmisi radio ORARI. "Jadi kalau di puncak Merapi hujan dengan intensitas tinggi dan berpotensi banjir lahar hujan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penjualan tiket KAI tembus 584 ribu saat long weekend Kenaikan Yesus Kristus 2026. Yogyakarta jadi tujuan favorit wisatawan. Simak data lengkapnya.
KPK buru keterangan Heri Black usai rumahnya digeledah terkait kasus korupsi Bea Cukai. Sempat mangkir, perannya kini disorot.
Penemuan jasad Pariman terkubur di dapur rumah di Boyolali gegerkan warga. Polisi masih selidiki penyebab kematian.
Kulonprogo gabungkan OPD akibat kekurangan ASN. Sebanyak 345 PNS pensiun, rekrutmen minim, birokrasi dirampingkan.
Dosen UNISA Jogja jadi dosen tamu di UKM Malaysia, kupas kesehatan mental, otak, hingga isu bunuh diri lintas disiplin.
Indonesia jadi target baru sindikat judi online dan scam internasional. 320 WNA ditangkap di Jakarta, DPR minta pengawasan diperketat.