14 Pasien Covid-19 Klaster Senam Selesai Isolasi Akhir Pekan Ini

Foto ilustrasi. - ANTARA FOTO/Aji Styawan\\r\\n
20 Oktober 2021 09:57 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Satgas Penanganan Covid-19 Kapanewon Bambanglipuro, Bantul memastikan telah menyelesaikan tracing terhadap orang kontak erat terkait munculnya klaster senam, Mbelan, Sidomulyo, Bambanglipuro. Dari hasil tracing didapatkan ada 14 orang positif Covid-19.

Kepala Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC) Bambanglipuro, Tarsisius Glory mengatakan, saat ini dari 14 orang yang positif dan menjalani isolasi, tiga di antaranya telah selesai menjalani isolasi. "Sedangkan sisanya selesai isolasi pekan ini dan dinyatakan sembuh," kata Glory, Rabu (20/10/2021).

Sementara terkait dengan klaster tilik, Glory menyatakan tujuh pasien positif dari klaster tersebut sudah sembuh. Mereka dinyatakan sembuh setelah menjalani isolasi 10 hari.

"Hari ini, mereka diperbolehkan pulang ke keluarganya masing-masing," sambungnya.

Baca juga: PPKM Level 2, Ini Pelonggaran Kegiatan Masyarakat di Kota Jogja

Menurut Glory, saat ini tambahan dua pasien Covid-19 dari klaster tilik yang masuk ke tempatnya sejak 15 Oktober baru boleh pulang Minggu (24/10/2021) mendatang. "Jadi semua pasien dari klaster tilik akhir pekan ini sudah boleh pulang," tandasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kapanewon dan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kapanewon Sanden terus menggencarkan gerakan tracing, testing dan treatmen menyusul kian bertambahnya warga terkonfirmasi positif Covid-19 dari klaster tilik di Padukuhan Gokerten, Kalurahan Srigading. Sebab, hingga Minggu (17/10/2021) tercatat ada penambahan dua kasus warga positif Covid-19 dari klaster tilik. Alhasil, saat ini total warga positif Covid-19 dari klaster tilik mencapai 11 orang.

"Kami gencarkan tracing, testing dan treatment, setelah adanya penambahan dua kasus dari klaster tilik. Kami akan tes swab PCR bagi mereka yang kontak erat," kata Panewu Sanden Deni Ngajis Hartono.

Untuk mempercepat tracing, testing dan treatment, mantan Panewu Dlingo ini juga telah meminta kepada satgas tingkat kapanewon dan kalurahan untuk memperketat pengawasan dan pemantauan kegiatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Sejumlah kegiatan hajatan menjadi salah satu titik yang akan diawasi. Di mana, kegiatan hajatan oleh warga harus melapor terlebih dahulu kepada Satgas sebelum nantinya akan disetujui dan diawasi pelaksanaannya.

"Kami juga lakukan penyekatan dengan melibatkan petugas gabungan di jalan menuju objek wisata pantai. Karena memang sampai saat ini wisata pantai belum dibuka. Sehingga nanti wisatawan yang nekat datang akan diingatkan untuk pulang, karena objek wisata belum buka," lanjut Deni Ngajis.

Lurah Srigading, Prabawa Suganda mengatakan tambahan dua warga yang positif Covid-19 berasal dari tracing kontak erat. Di mana dari delapan warga yang positif Covid-19 klaster tilik didapatkan 22 warga yang kontak erat.

"Setelah dilakukan tes swab hasilnya dua warga positif. Saat ini keduanya sudah dirujuk untuk perawatan di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 Bambanglipuro, Bantul," ucapnya.