Pemkab Sleman Gelar Tes Swab Sampling di Sejumlah Sekolah

Ilustrasi. - ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
20 Oktober 2021 20:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Untuk memastikan tidak ada penularan Covid-19 di sekolah-sekolah yang menggelar kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM), Dinas Pendidikan (Disdik) akan menggelar tes swab bagi warga sekolah pada Kamis (21/10/2021).

Kepala Disdik Sleman Ery Widaryana mengatakan tes usap sampling ini digelar oleh Disdik bersama Dinas Kesehatan dan BPBD Sleman. Uji swab bagi guru dan siswa jenjang SD maupun SMP ini hanya digelar di tiga kapanewon (kecamatan) baik Pakem, Depok maupun Kalasan.

"Di tiga kapanewon tersebut masih terjadi penularan Covid-19. Ini untuk memastikan ada tidaknya penularan Covid-19 di sekolah. Sampai hari ini berdasarkan evaluasi kami belum ada klaster sekolah yang muncul," kata Ery saat dikonfirmasi Harianjogja.com, Rabu (20/10/2021).

Dia menjelaskan, untuk tes swab sampling akan digelar di SMP N 2 dan SD N Kaliurang 1 (Pakem), selanjutnya SD Samirono dan SMP N 5 (Depok) kemudian SMP N 3 dan SD Muhammadiyah Bayen (Kalasan). Swab sampling untuk memastikan PTM berjalan dengan baik dan tak ada kendala.

BACA JUGA: Capaian Vaksinasi Massal Polres Magelang Tembus 100.000 Orang

Kabid Pencegahan, Pengendalian, dan Penyakit Dinkes Sleman Novita Krisnaeni menyatakan tim untuk melakukan uji swab sudah disiapkan. Jumlah petugas yang akan bergerak saat swab sampling berjumlah tiga sampai empat orang di satu sekolah. "Sasarannya guru dan siswa," kata Novita.

Sekolah Bertambah

Ery melanjutkan, penurunan status level PPKM di Sleman dari tiga ke dua akan menambah jumlah sekolah SD yang akan melaksanakan PTM. Jika sebelumnya di Sleman hanya 5 sekolah di 17 kapanewon yang menggelar PTM, maka mulai pekan depan jumlahnya bertambah menjadi 10 SD per kapanewon.

"Kalau PTM SMP sudah berjalan di 119 sekolah, nah untuk SD kami tambah menjadi 10 sekolah per kapanewon. Jika sebelumnya 85 sekolah, maka pekan depan sudah 170 SD yang menjalani PTM," kata Ery.

Penambahan tersebut, lanjut Ery, tidak hanya semata-mata terkait dengan penurunan level PPKM tetapi juga berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan Disdik. Penambahan jumlah sekolah yang melaksanakan PTM, lanjutnya juga atas persetujuan orang tua siswa dari masing-masing sekolah.

Disdik mengklaim, sarana dan prasarana protokol kesehatan di sekolah selain sudah siap juga berjalan dengan baik sehingga tidak ditemukan adanya klaster sekolah. Meski begitu, katanya jumlah jam pembelajaran sampai saat ini belum bertambah karena Disdik masih terus mengevaluasi dan mengkaji penerapan PTM.

"Sekolah menjalankan protokol kesehatan dengan baik, petunjuk teknis yang disampaikan Pemkab juga dilaksanakan oleh sivitas sekolah. Orang tua tepat waktu mengantar dan menjemput anak sehingga tidak ada kerumunan," ucapnya.

Sekda Sleman Harda Kiswaya berharap agar siswa atau anggota keluarga yang tidak enak badan tidak memaksakan masuk sekolah terlebih dahulu. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya penularan Covid-19 di sekolah. "Nah untuk mengantisipasi sebelum masuk ke lingkungan kelas, guru akan mengecek dulu suhu badan siswa," katanya.

Antisipasi penularan Covid-19 di sekolah, lanjut Harda, Disdik dan Dinas Kesehatan juga akan melakukan swab secara acak kepada siswa. "Setelah masa PTM kami akan melaksanakan tes swab secara acak. Kemudian dilakukan evaluasi," kata Harda.