UAD Membantu UMKM Pembuatan Batik

Pelatihan yang diselenggarakan tim dosen UAD dan LPPM UAD kepada Komunitas Batik Sidoasih belum lama ini. (ist - UAD)
22 Oktober 2021 04:07 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Tim dosen dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerja sama dengan Komunitas Batik Sidoasih mengadakan pelatihan pengolahan limbah batik, pemasaran online dan manajemen keuangan untuk UMKM, belum lama ini. Program pelatihan ini didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UAD.

Latar belakang digelarnya pelatihan ini adalah pandemi Covid-19 berdampak besar berdampak sangat signifikan terhadap pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) karena rata-rata omzet turun drastis hanya tersisa 30-50 % dari penjualan normal.  Di sisi lain, program pemberian stimulus terhadap pelaku UMKM selama ini belum merata.

Selain itu khusus pada UMKM pembuatan batik, semua metode pembuatan batik yang digunakan akan menghasilkan limbah cair sisa pewarna batik. Apabila limbah tidak diolah terlebih dahulu maka akan menimbulkan pencemaran ketika dibuang ke lingkungan.

Persoalan itu yang coba dibantu melalui pelatihan. Tim dosen UAD yang memberikan pelatihan adalah Fitri Indra Indikawati (Teknik Informatika), Shinta Amelia (Teknik Kimia), dan Poppy Laksita Rini (Manajemen).   

“Pelatihan diselenggarakan juga untuk membantu pelaku UMKM di Komunitas Batik Sidoasih dalam memanfaatkan marketplace sebagai sarana penjualan produk batik secara online, mengatur laporan keuangan secara akuntabel sehingga pelaku UMKM bisa lebih berdaya,” ujar Fitri Indra Indikawati, seperti dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Kamis (21/10).  

Selain itu, pelaku UMKM juga diharapkan dapat mengolah limbah cair yang dihasilkan dari proses produksi batik supaya tidak mencemari lingkungan.

Kegiatan pelatihan ini dibagi menjadi dua tahap, tahap pertama dilakukan pada 6 dan 13 Juni 2021 bertempat di PAUD Asa Pertiwi 5, Umbulharjo, Jogja.

Dalam tahap pertama, peserta diberikan sosialisasi dan pelatihan pencatatan laporan keuangan secara akuntabel. Peserta juga diajak untuk menganalisa strategi untuk penulisan proposal hibah UMKM di mana salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah pengelolaan keuangan dan rencana pengembangan UMKM menggunakan dana hibah.

Pada hari kedua, peserta diberikan sosialisasi dan pelatihan penggunaan marketplace untuk memasarkan produk mereka. Selain membuat akun di marketplace, peserta juga diberikan tips dan saran dalam memasang produk di marketplace supaya menarik pembeli termasuk penggunaan kata kunci, deskripsi produk, dan pemasangan foto produk yang baik.

Pelatihan tahap kedua difokuskan pada pelatihan pengolahan limbah batik. Peserta membawa sampel limbah batik dan limbah tersebut digunakan dalam praktik pengolahan limbah. Peserta melakukan pengolahan limbah batik secara langsung dengan alat-alat dan bahan-bahan yang sudah disediakan oleh tim.

Dari program pelatihan yang telah diselenggarakan, peserta merasa puas dan tertarik untuk mengimplementasikan hasil pelatihan baik dalam pemasaran online, pencatatan laporan keuangan, dan pengolahan limbah batik. Dari hasil evaluasi terhadap peserta, pengetahuan dan keterampilan peserta terhadap ketiga hal tersebut meningkat. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan mitra sehingga dapat membantu mitra dalam kegiatan UMKM selama masa pandemi. (ADV)