Ansyari Lubis Soroti Penalti Seusai PSS Gagal Juara Championship
Ansyari Lubis menyoroti faktor adu penalti usai PSS Sleman kalah dari Garudayaksa FC di final Pegadaian Championship.
Petugas memberikan arahan kepada pengunjung di Pantai Parangtritis, Minggu (14/2/2021). /Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, BANTUL - Komisi B DPRD Bantul yang membidangi sektor pariwisata mewanti-wanti masyarakat untuk tidak euforia atas dibukanya kembali destinasi wisata. Dinas Pariwisata dan pelaku wisata diminta menyiapkan sarana penunjang protokol kesehatan agar tidak terjadi klaster dari sektor pariwisata.
Ketua Komisi B DPRD Bantul, Wildan Nafis khawatir bila terjadi lonjakan di destinasi wisata. Hal itu merujuk pada penutupan wisata yang sebelumnya pernah terjadi.
"Kan sudah lama tempat wisata itu di tutup. Sehingga berdasarkan pengalaman beberapa waktu ini ditutup, itu ternyata antusias masyarakat untuk berpariwisata itu besar," tuturnya pada Kamis (21/10/2021).
Ditambahkan Wildan dengan adanya pembukaan wisata ini masyarakat jangan sampai terlalu euforia berwisata. Karena menurutnya pandemi masih ada di tengah-tengah masyarakat saat ini. "Ini belum selesai, ini juga masuk ada klaster-klaster baru," imbuhnya.
Baca juga: Ingat! Bus Wisata Masuk Jogja Harus Kantongi Tiket dari Terminal Giwangan
"Untuk itu para pelaku wisata, terus para wisatawan harus tetap menjaga prokes. Kepada dinas terkait dan para pelaku wisata harus menyediakan sarana prasarana untuk prokes," tandasnya.
Wildan tidak ingin sampai ada klaster kembali akibat prokes yang tidak diterapkan di destinasi wisata. Karena dampaknya bila terjadi klaster, pariwisata bisa ditutup kembali dan akan merugikan para pelaku wisata. "Jangan sampai dengan sekarang dibukanya wisata ini nanti meledak lagi [kasusnya], ada klaster-klaster baru lagi. Klaster wisata. Ini yang akan berdampak nanti naik lagi level PPKM-nya," tuturnya.
"Masyarakat dan pelaku wisata jangan sampai euforia. Boleh membuka tempat wisatanya silahkan. Karena pemulihan ekonomi harus kita laksanakan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ansyari Lubis menyoroti faktor adu penalti usai PSS Sleman kalah dari Garudayaksa FC di final Pegadaian Championship.
Warga Desa Narasaosina menyerahkan 57 senjata rakitan sisa konflik Adonara Timur kepada Polres Flores Timur demi menjaga perdamaian.
Program Beasiswa Santri Jateng 2026 masih dibuka hingga Juli. Pendaftar sudah mencapai 825 santri untuk studi dalam dan luar negeri.
Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran sejauh 2 kilometer pada Minggu malam. BPPTKG minta warga tetap waspada.
AHY memastikan penyesuaian tarif tiket pesawat dilakukan terukur di tengah kenaikan harga energi dunia akibat konflik Timur Tengah.
Mario Suryo Aji turun ke posisi 24 klasemen Moto2 2026 setelah absen di Catalunya akibat cedera. Manuel Gonzalez kukuh di puncak.