Jangan Sampai Ada Klaster Wisata di Bantul, Komisi B: Jaga Prokes!

Petugas memberikan arahan kepada pengunjung di Pantai Parangtritis, Minggu (14/2/2021). - Harian Jogja/Jumali
22 Oktober 2021 15:07 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Komisi B DPRD Bantul yang membidangi sektor pariwisata mewanti-wanti masyarakat untuk tidak euforia atas dibukanya kembali destinasi wisata. Dinas Pariwisata dan pelaku wisata diminta menyiapkan sarana penunjang protokol kesehatan agar tidak terjadi klaster dari sektor pariwisata.

Ketua Komisi B DPRD Bantul, Wildan Nafis khawatir bila terjadi lonjakan di destinasi wisata. Hal itu merujuk pada penutupan wisata yang sebelumnya pernah terjadi.

"Kan sudah lama tempat wisata itu di tutup. Sehingga berdasarkan pengalaman beberapa waktu ini ditutup, itu ternyata antusias masyarakat untuk berpariwisata itu besar," tuturnya pada Kamis (21/10/2021).

Ditambahkan Wildan dengan adanya pembukaan wisata ini masyarakat jangan sampai terlalu euforia berwisata. Karena menurutnya pandemi masih ada di tengah-tengah masyarakat saat ini. "Ini belum selesai, ini juga masuk ada klaster-klaster baru," imbuhnya.

Baca juga: Ingat! Bus Wisata Masuk Jogja Harus Kantongi Tiket dari Terminal Giwangan

"Untuk itu para pelaku wisata, terus para wisatawan harus tetap menjaga prokes. Kepada dinas terkait dan para pelaku wisata harus menyediakan sarana prasarana untuk prokes," tandasnya.

Wildan tidak ingin sampai ada klaster kembali akibat prokes yang tidak diterapkan di destinasi wisata. Karena dampaknya bila terjadi klaster, pariwisata bisa ditutup kembali dan akan merugikan para pelaku wisata. "Jangan sampai dengan sekarang dibukanya wisata ini nanti meledak lagi [kasusnya], ada klaster-klaster baru lagi. Klaster wisata. Ini yang akan berdampak nanti naik lagi level PPKM-nya," tuturnya.

"Masyarakat dan pelaku wisata jangan sampai euforia. Boleh membuka tempat wisatanya silahkan. Karena pemulihan ekonomi harus kita laksanakan," pungkasnya.