Razia Gabungan di Lapas Narkotika Jogja, 50 Warga Binaan Langsung Jalani Tes Urine
Razia gabungan di Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta menyasar narkotika, HP dan senjata tajam. Tes urine 50 warga binaan negatif.
Petugas memberikan arahan kepada pengunjung di Pantai Parangtritis, Minggu (14/2/2021). /Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, BANTUL - Komisi B DPRD Bantul yang membidangi sektor pariwisata mewanti-wanti masyarakat untuk tidak euforia atas dibukanya kembali destinasi wisata. Dinas Pariwisata dan pelaku wisata diminta menyiapkan sarana penunjang protokol kesehatan agar tidak terjadi klaster dari sektor pariwisata.
Ketua Komisi B DPRD Bantul, Wildan Nafis khawatir bila terjadi lonjakan di destinasi wisata. Hal itu merujuk pada penutupan wisata yang sebelumnya pernah terjadi.
"Kan sudah lama tempat wisata itu di tutup. Sehingga berdasarkan pengalaman beberapa waktu ini ditutup, itu ternyata antusias masyarakat untuk berpariwisata itu besar," tuturnya pada Kamis (21/10/2021).
Ditambahkan Wildan dengan adanya pembukaan wisata ini masyarakat jangan sampai terlalu euforia berwisata. Karena menurutnya pandemi masih ada di tengah-tengah masyarakat saat ini. "Ini belum selesai, ini juga masuk ada klaster-klaster baru," imbuhnya.
Baca juga: Ingat! Bus Wisata Masuk Jogja Harus Kantongi Tiket dari Terminal Giwangan
"Untuk itu para pelaku wisata, terus para wisatawan harus tetap menjaga prokes. Kepada dinas terkait dan para pelaku wisata harus menyediakan sarana prasarana untuk prokes," tandasnya.
Wildan tidak ingin sampai ada klaster kembali akibat prokes yang tidak diterapkan di destinasi wisata. Karena dampaknya bila terjadi klaster, pariwisata bisa ditutup kembali dan akan merugikan para pelaku wisata. "Jangan sampai dengan sekarang dibukanya wisata ini nanti meledak lagi [kasusnya], ada klaster-klaster baru lagi. Klaster wisata. Ini yang akan berdampak nanti naik lagi level PPKM-nya," tuturnya.
"Masyarakat dan pelaku wisata jangan sampai euforia. Boleh membuka tempat wisatanya silahkan. Karena pemulihan ekonomi harus kita laksanakan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Razia gabungan di Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta menyasar narkotika, HP dan senjata tajam. Tes urine 50 warga binaan negatif.
Basarnas mengerahkan seluruh unsur SAR di Kalteng mencari 64 korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 179 orang telah ditemukan.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 29 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Pemilih lintas domisili diminta diatur dalam revisi UU Pemilu, termasuk soal representasi politik bagi warga yang mencoblos jauh dari daerah asal.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan 87 calon lurah untuk menghindari politik uang menjelang Pilur 2026.