Pertama Sejak Pandemi, 5 KK Asal Bantul Berangkat Transmigrasi

Sebanyak lima KK transmigran diberangkatkan oleh Disnakertrans Bantul pada Jumat (22/10). - Ist.
24 Oktober 2021 11:27 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Sebanyak lima KK warga Bantul pekan depan resmi diterbangkan ke lokasi transmigrasi di Mamuju, Sulawesi Barat. Pemberangkatan transmigran ini jadi yang pertama kali dilangsungkan selama pandemi bergulir.

Sekretaris Disnakertrans Bantul, Istirul Widilastuti menjelaskan pada tahun ini hanya lima KK yang diberangkatkan dalam program transmigrasi. Kelima KK tersebut diberangkatkan menuju Mamuju, Sulawesi Barat. "Dari lima KK yang berangkat itu ada 16 jiwa berasal dari Kapanewon Srandakan, Kasihan, Sedayu dan Bantul," tuturnya pada Sabtu (23/10/2021).

"Mereka kita lepas hari Jumat, kemudian kita antar ke penampungan di DIY. Berangkat ke Mamuju Senin pagi melalui bandara YIA," imbuhnya.

BACA JUGA : Gara-gara Pandemi, Pemberangkatan Transmigran Dibatalkan

Dijelaskan Istirul sejatinya ada 20 KK calon transmigran yang rencananya diberangkat tahun ini. Namun banyak lokasi tujuan yang membatalkan transmigrasi karena perkembangakan kasus Covid-19. Selain itu refocusing anggaran juga membuat hanya lima KK tujuan Mamuju yang bisa diberangkatkan tahun ini. Keberangkatan ini sekaligus yang pertama selama pandemi, pasalnya pada 2020 program transmigrasi ditiadakan.

Adapun Istirul menambahkan kelima KK yang berangkat ke Mamuju telah dibekali sejumlah keterampilan sehari-hari. Mereka telah diberikan pelatihan pertanian hingga pertukangan.

"Jadi mereka kita bekali dengan pelatihan-pelatihan di bidang pertanian, ya ada perkebunan, karet, pengolahan sawit dan sebagainya. Ada juga pelatihan perikanan, kita latih juga pertukangan. Sehingga mereka mempunyai bekal keterampilan untuk bekerja di daerah tujuan" katanya.

Dengan latar belakang tranmigran yang merupakan petani, pelatihan yang dilakukan diharapkan dapat menunjang keterampilan para transmigran. "Rata-rata mereka kalau terkait pertanian perkebunan juga sudah banyak yang mengusai, tinggal pemantaban saja. Karena mayoritas mata pencahariannya petani dan tukang," ujarnya.

Selain pelatihan, para transmigran yang berangkat akan mendapatkan sejumlah fasilitas untuk menunjang hidup sehari-hari. Dijelaskan Istirul, masing-masing KK yang berangkat kali inj mendapatkan uang saku sebesar Rp10 juta dari Pemkab Bantul. "Kemudian di daerah tujuan, fasilitas yang didapatkan berupa rumah, lahan pekarangan, air bersih, listrik dan sebagainya," terangnya. 

BACA JUGA : Bantul Gelar Transmigrasi Lagi, Cek Syarat dan Lokasi 

Selain itu pada tahun-tahun pertama kepindahan, transmigran akan mendapatkan jaminan hidup berupa sembako. Bila tinggal di lahan gambut jaminan hidup sembako akan diberikan selama satu setengah tahun. Sementara bila transmigran tinggal di lahan kering jaminan hidup akan diberikan selama satu tahun.

"Harapan kedepan program transmigrasi ini, karena masih menjadi program yang masih dibutuhkan masyarakat Kabupaten Bantul, mudah-mudahan dukungan dari semuanya dan masyarakat akan menjadikan program ini menjadi lebih baik kedepannya. Paling tidak dengan mengikuti program transmigrasi saudara-saudara kita itu bisa meningkatkan kesejahteraan hidupnya di daerah tujuan," katanya.