Objek Wisata Mulai Dibuka, Sleman Kejar Target PAD

Foto ilustrasi kendaraan mengantre masuk ke dalam kawasan wisata Kaliurang, Sleman. -Harian Jogja - Yogi Anugrah.
24 Oktober 2021 08:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- PPKM level 2 dimantaatkan Pemkab Sleman dengan membuka semua objek wisata. Selain untuk membangkitkan perekonomian masyarakat, Pemkab beralasan untuk mengejar target pendapatan asli daerah (PAD).

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan semua objek wisata (obwis) di wilayah Sleman dibuka untuk umum. Selain obwis yang dikelola oleh pemerintah seperti Taman Wisata Kaliurang, Kaliadem dan wisata candi seperti Candi Banyunibo dan Candi Ijo, semua desa wisata juga dibuka untuk umum.

"Sejak Juli atau PPKM level 4, seluruh destinasi wisata di Sleman tutup. Otomatis masyarakat dan Pemkab tidak memiliki pendapatan dari sektor pariwisata ini. Sekarang sudah dibuka lagi," kata Kustini saat meresmikan operasional lokasi wisata di Kaliurang, Sabtu (23/10/2021).

Peresmian operasional tersebut ditandai dengan peninjauan secara langsung di tiga lokasi wisata Kaliurang. Kustini meninjau Taman Wisata Kaliurang, Gardu Pandang dan Museum Ullen Sentalu. "Tahun ini Pemkab menargetkan hanya Rp1,5 miliar PAD dari sektor pariwisata [jauh di bawah target normal sebelum pandemi]," katanya.

Menurut Kustini, akibat pandemi Covid-19 Pemkab kehilangan potensi PAD hampir Rp300 miliar. Dibukanya destinasi wisata bagi masyarakat, diharapkan dapat kembali menggerakkan perekonomian masyarakat dan mengejar target PAD Sleman.

"Dengan dibukanya kembali destinasi wisata di Sleman maka secara otomatis retribusi untuk masuk lokasi wisata kembali dijalankan. Tapi ingat, protokol kesehatan tetap harus dijalankan," kata Kustini.

Obwis yang dibuka diminta melakukan skrining dengan aplikasi Peduli Lindungi sesuai Surat Edaran No:188/05836 tentang Pembukaan Destinasi Wisata di DIY yaitu Destinasi wisata yang sudah memiliki sertifikat CHSE, QR Code Pedulilindungi dan menerapkan aplikasi Visitingjogja dengan kapasitas maksimal 25% pengunjung.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman Suparmono mengatakan dampak pandemi Covid-19 menyebabkan sektor pariwisata di Sleman terpuruk. Kondisi tersebut menyebabkan target PAD di sektor ini menurun drastis. "Tahun 2019 PAD untuk sektor pariwisata bisa mencapai Rp5,9 miliar. Tahun ini targetnya hanya Rp1,5 miliar," katanya.

Hingga kini, lanjut Suparmono, dari target PAD Rp1,5 miliar tersebut baru terpenuhi sekitar Rp900 juta. Dispar akan bekerja secara maksimal untuk mencapai target tersebut. "Akan banyak event yang akan berlangsung di Sleman baik yang digelar Pemkab maupun swasta. Itu kami harapkan bisa memenuhi target," katanya.

Ia mengatakan, obwis di Sleman yang telah mengantongi kode batang (QR Code) PeduliLindungi yang dibuka secara terbatas selama PPKM level 2 berjumlah 11 obwis. Selain tiga wisata yang sudah uji coba lebih dulu (Tebing Breksi, Ratu Boko dan Merapi Park) obwis lainnya studio alam Gamplong, Desa Wisata Grogol dan Agro Wisata Bhumi Merapi.

Selain itu, Monumen Jogja Kembali, Kalikuning Park Plunyon, Museum Gunung Merapi, Desa Wisata Karangtanjung dan Jogja Bay. "Tambahan data terbaru itu Jogja Bay yang telah mendapatkan QR-code. Yang lain masih diajukan," katanya.