Ditemukan Siswa Positif, Sleman Perluas Uji Swab untuk Warga Sekolah

Ilustrasi. - Freepik
24 Oktober 2021 15:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan testing digelar pada warga sekolah yang menggelar PTM. Adapun tracing bagi siswa SMPN 2 Pakem yang positif Covid-19 sudah dilakukan.

"Pekan ini akan dilakukan testing lanjutan bagi sekolah yang melaksanakan PTM di lima kapanewon yang sebelumnya testing dilaksanakan di tiga kapanewon. Seperto Kalasan dan Pakem," katanya, Sabtu (23/10).

Jika kedapatan ada warga sekolah yang positif Covid-19, maka sekolah akan ditutup sementara waktu untuk dilakukan tracing. "Kemarin sudah ada yang positif, satu siswa dan sekolahnya sudah ditutup (sementara). Penutupan diambil agar sekolah tersebut segera distrerilisasi. Dan alhamdulilah, info terkini tidak ada (teman sekolah) yang positif," kata Kustini.

Kepala Dinas Pendidikan Sleman Ery Widaryana mengatakan siswa SMPN 2 Pakem yang diketahui positif Covid-19 didasarkan pada hasil tes usap PCR setelah dinyatakan reaktif saat tes usap Antigen. "Hanya ada satu kasus itu. Untuk siswa, guru, tendik di sekolah yang lain negatif. Di sekolah yang kedapatan siswanya positif kegiatan PTM dihentikan untuk sementara," ungkap Ery.

Saat ini, anak-anak yang satu kelas dengan siswa positif Covid-19 diminta menjalankan isolasi di rumah masing-masing. Diperkirakan pada Selasa (26/10) mereka akan menjalani tes swab. Untuk sekolah lainnya yang menggelar PTM tetap berjalan sesuai SOP yang sudah ditentukan.

Berdasarkan hasil tracing siswa yang positif tersebut, kata Ery, diketahui orang tua siswa juga terkonfirmasi positif Covid-19. Meski bersekolah di Pakem, mereka tinggal di wilayah Cangkringan. "Orang tua siswa ini tidak tahu kalau mereka positif, mereka baru mengetahui positif setelah ditracing dari anaknya," kata Ery.

Disdik bersama Dinas Kesehatan, lanjut Ery, akan terus menjalankan tes Covid-19 ke sekolah-sekolah lain secara bergilir dan terjadwal. Tidak menutup kemungkinan seluruh sekolah di Sleman yang menjalankan PTM akan mendapatkan jadwal untuk tes tersebut. "Bisa jadi, tes swab kembali dilakukan di sekolah yang sudah pernah dites," ujarnya.

Ery meminta kepada orang tua untuk sama-sama saling berupaya menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Jangan sampai, prokes ketat hanya diterapkan di sekolah, namun anak-anak dan orang tua tidak menerapkannya di rumah. "Kami minta agar prokes tidak hanya di sekolah, tapi juga di rumah dan di mana saja," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama mengatakan salah seorang siswa dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani swab PCR setelah Dinkes melakukan tes secara acak di enam sekolah dari tiga kapanewon yang menggelar PTM.