Kelas Makin Sepi Lima SD di Gunungkidul Akhirnya Digabung
Lima SD negeri di Gunungkidul resmi digabung mulai tahun ajaran baru akibat kekurangan murid. Berikut daftar sekolah yang diregrouping.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul hingga akhir September telah menggabiskan anggaran Rp125,65 miliar untuk penanganan serta penanggulangan virus Corona. Jumlah ini merupakan akumulasi anggaran yang digunakan sejak munculnya kasus pertama kali di Bumi Handayani.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul, Saptoyo, mengatakan penangan Corona sejak tahun lalu sudah menghabiskan anggaran ratusan miliar rupiah. Di tahun lalu, pemkab menghabiskan Rp70.822.523.311.
BACA JUGA: Pemkot Jogja Mulai Berlakukan Batasan Durasi Kunjung Malioboro
Jumlah ini masih bertambah karena di 2021, Gunungkidul mengalokasikan Rp92.029.033.773. Total realisasi hingga akhir September mencapai Rp54.835.387.290. “Jadi kalau ditotal sejak munculnya kasus Corona, untuk penanganan dan penanggulangan sudah mencapai Rp125,65 miliar ,” kata Saptoyo, Selasa (2/11/2021).
Penanganan tahun ini dilakukan dengan dua cara. Pertama, penanganan dimasukkan dalam program masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) yang nominalnya mencapai Rp68.965.458.664. Namun hingga akhir September realisasinya baru mencapai Rp39.576.679.163.
Adapun penanganan kedua melalui anggaran belanja tak terduga. Total dana yang disediakan sebesar Rp23.063.575.109, tapi realisasinya hingga akhir September baru mencapai Rp15.258.708,127.
“Masih bisa bertambah karena realisasi masih terus berjalan hingga akhir tahun,” katanya.
Menurut dia, program yang berkaitan dengan penanganan Corona terbagi dalam empat kegiatan besar. Yakni, penangan penyeberan virus, dukungan vaksinasi, pemulihan ekonomi hingga bantuan sosial bagi masyarakat terdampak. “Programnya ada di Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, BPBD, RSUD Wonosari dan RSUD Saptosari,” katanya.
BACA JUGA: Soal Vaksin untuk Anak Usia 6-11 Tahun, Bantul Tunggu Surat Resmi Kemenkes
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, mengatakan meski kasus terus melandai, masyarakat diminta terus waspada sehingga tidak terjadi gelombang ketiga penularan Covid-19.
“Vaksinasi akan terus dikebut. Dengan memperluas program diharapkan dapat mencegah penyeberan virus,” katanya.
Sunaryanta juga meminta masyarakat untuk tetap patuh dan menjalankan protokol kesehatan karena ini menjadi kunci dalam pencegahan.
“Jadi tidak boleh bosan maupun abai. Mudah-mudahan dengan terus menerapkan protokol kesehatan dan program vaksin di Gunungkidul tidak terjadi gelombang ketiga peningkatan kasus Corona,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lima SD negeri di Gunungkidul resmi digabung mulai tahun ajaran baru akibat kekurangan murid. Berikut daftar sekolah yang diregrouping.
DPUPKP Sleman mengembangkan Limasan.id yang memuat data tukang bersertifikat, penyedia material, dan jasa konstruksi tertib administrasi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 14 Juli 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 dengan keberangkatan mulai pukul 05.05 WIB.
Gunung Merapi berstatus Siaga. BPPTKG mencatat enam guguran lava sejauh 2 km ke Kali Sat dan Putih pada Senin malam.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 14 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 dengan 12 perjalanan setiap hari.
KLH akan mewajibkan produsen membiayai pengelolaan sampah melalui skema PRO sebagai penguatan tanggung jawab produsen atas kemasan.