Wabup Sleman Dorong Kampus Cetak Lulusan Inovatif, Tak Cuma Unggul Akademis
Wabup Sleman Danang Maharsa meminta perguruan tinggi tak hanya mengejar capaian akademis, tetapi juga mencetak lulusan inovatif.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih meluncurkan aplikasi ResiDeswita pada Selasa (2/11). Harian Jogja-Catur Dwi Janati.
Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Pariwisata Bantul resmi meluncurkan aplikasi Registrasi Destinasi Wisata (ResiDeswita). Aplikasi ini diharapkan mempermudah pendataan destinasi wisata di Bantul beserta pembinaannya.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih yang secara simbolis meluncurkan aplikasi ResiDeswita menuturkan adanya aplikasi ini dapat membantu pemerintah mendata destinasi wisata yang ada di Kabupaten Bantul. Pencatatan dan pendataan yang baik selanjutnya dapat dijadikan acuan dalam berbagai program termasuk pembinaan.
"Destinasi wisata yang ada di Kabupaten Bantul akan terdata dan tercatat dengan baik. Sehingga menjadi salah satu pedoman dalam penyusunan kebijakan, fasilitasi, pembinaan yang berkelanjutan di sektor pariwisata Bantul," terang Halim pada Selasa (2/11) di Rumah Makan Bakaran Manding, Sabdodadi, Bantul.
Disebutkan Halim, Bantul memiliki 257 destinasi wisata berbasis alam, budaya dan buatan. Dari jumlah tersebut 43 di antaranya merupakan desa wisata, 10 desa budaya, sembilan rintisan desa budaya, 16 museum dengan 1200 kelompok seni budaya. "Sementara itu di sektor pariwisata kita punya banyak kelompok-kelompok pengelola pariwisata. Bahkan satu desa wisata bisa ada beberapa kelompok pengelola," katanya.
Sayangnya dari banyak jumlah potensi yang ada, masih banyak destinasi wisata yang belum teregistrasi di Dinas Pariwisata. Halim juga menemukan masih ada beberapa destinasi yang perlu dilalukan pembenahan secara administrasi. "Karenanya dengan aplikasi ResiDeswita ini harapan saya semuanya tertata dengan baik," tegasnya.
Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo menuturkan melalui ResiDeswita destinasi wisata di Bantul dapat tercatat semua, sehingga dasar-dasar pembinaan dapat disesuaikan dengan potensi wisata. "Dengan adanya registrasi ini adalah dasar untuk pembinaan, termasuk kalau untuk operasional ini registrasi," jelasnya.
Dalam pengoperasiannya, perwakilan pengelola wisata cukup melakukan pengisian data di ResiDeswita. Selanjutnya pihak pengelola mengunggah berkas surat permohonan yang harus diketahui Lurah setempat.
Dengan melalukan registrasi, destinasi wisata akan memperoleh beragam manfaat seperti bantuan promosi hingga peningkatan kapasitas. "Kalau yang belum registrasi nanti misalnya akan minta bantuan dana pengembangan, belum bisa karena belum tecatat. Ya harus mencatatkan diri dulu Termasuk mengajukan ke danais," tegasnya.
"Adanya registrasi ini diharapkan bisa memantau pergerakan pariwisata di Kabupaten Bantul dari sisi aspek pengelolaanya, perkembangannya dari aspek kunjungan wisata yang kita asumsikan meningkatkan PDRB," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wabup Sleman Danang Maharsa meminta perguruan tinggi tak hanya mengejar capaian akademis, tetapi juga mencetak lulusan inovatif.
Kulonprogo menyiapkan Raperbup untuk memperkuat verifikasi data warga miskin hingga tingkat kalurahan agar bantuan lebih tepat sasaran.
Mendagri Tito Karnavian meminta kepala daerah mempercepat verifikasi dan validasi sekitar 24.000 bangunan Koperasi Merah Putih.
Kemkomdigi menyebut Telegram dan Pinterest masuk kategori risiko tinggi bagi anak berdasarkan penilaian mandiri yang telah diverifikasi.
OJK mencatat 42 perusahaan multifinance memiliki NPF bruto di atas 5% pada Juli 2026, naik dari 38 perusahaan pada Juni.
Antrean BBM mengular di SPBU Janti Bantul sejak 05.30 WIB. Warga memilih datang sebelum SPBU buka demi menghindari antrean panjang.