Model Pengelolaan Sampah Berbasis Badan Usaha Kalurahan Diluncurkan

Pemerintah Kabupaten Bantulbersama Universitas Ahmad Dahlan (UAD)meluncurkan model pengelolaan sampah berbasis badan usaha milik kelurahan atau desa (BUM-Kal), di Aula Kelurahan Potorono, Banguntapan, Rabu (3/11/2021). - Ist.
04 November 2021 07:27 WIB Newswire Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Pemerintah Kabupaten Bantul bersama Universitas Ahmad Dahlan (UAD) meluncurkan model pengelolaan sampah berbasis badan usaha milik kelurahan atau desa (BUM-Kal), di Aula Kelurahan Potorono, Banguntapan, Rabu (3/11/2021). Aksi ini untuk mendukung gerakan Bantul Bersih Sampah 2025.

"Dalam upaya mewujudkan model pengelolaan sampah berbasis BUM-Kal tersebut Pemkab bersinergi dengan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dalam pendampingan kepada masyarakat dan kelompok bank sampah," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih.

BACA JUGA : Fantastis! Ini Jumlah Volume Sampah yang Dihasilkan

Model pengelolaan sampah berbasis BUM-Kal atau di tingkat masyarakat desa digalakkan karena saat ini di Kabupaten Bantul sampah masih menjadi permasalahan yang serius. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul menunjukkan potensi timbunan sampah di Bantul mencapai 400 ton per hari, sementara kemampuan mengelola sampah saat ini per harinya masih 100 ton.

"Pada tahun ini kenaikan jumlah sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan cukup signifikan, sehingga permasalahan sampah ini sangat mendesak untuk ditangani," katanya.

Bupati mengatakan, sampah masih menjadi persoalan dan pembahasan, karena masih ada masyarakat yang belum melakukan pemilahan sampah, penyedia jasa pengelolaan sampah yang hanya melakukan pengangkutan sampah tanpa memilah dan mengolah.

"Masalah ini semakin diperumit dengan kapasitas daya tampung TPST Piyungan yang sebenarnya sudah melebihi kapasitas namun masih tetap digunakan. Sehingga sampah ini menjadi tanggung jawab kita bersama, agar tidak menimbulkan pencemaran, gangguan kesehatan dan estetika," katanya.

Halim berharap melalui sinergi dengan perguruan tinggi seperti UAD ke depan dapat secara maksimal menangani sampah di Bantul dan bisa mengurangi beban TPST Piyungan. “Karena masalah sampah ini butuh sinergi semua pihak termasuk perguruan tinggi,” ujarnya.

Rektor UAD Muchlas dalam kesempatan itu menyatakan kesiapannya mengerahkan sumber daya dalam upaya mendukung Bantul Bersih Sampah 2025. Selain kerja sama pengelolaan sampah, ia berharap ada kolaborasi bentuk lain lagi dengan Pemkab Bantul.

“UAD memiliki enam kampus, salah satu ada di Bantul ini termasuk kampus utama. Saya kira ini tidak hanya resources Muhammadiyah saja tetapi juga milik Bantul. Sehingga Bantul bisa memanfaatkannya melalui kerja sama dengan UAD, dari sisi SDM, infrastruktur kami siap mengerahkan dosen untuk pendampingan,” katanya.

BACA JUGA : Karang Taruna Gowongan Sukses Kelola Sampah

Muchlas menilai kerja sama dengan Pemkab Bantul merupakan suatu kelebihan tersendiri karena perguruan tinggi memiliki tugas untuk mengabdi kepada masyarakat melalui kompetensi keilmuan yang dimiliki para dosen. “Ke depan berbagai program bersama dari hasil kajian akademik dosen, kami tidak dapat melaksanakan darma perguruan tinggi tanpa bantuan masyarakat. Sehingga kolaborasi dengan Bantul ini menjadi bagian penting,” ujarnya.

Sumber : Antara