Kekeringan Landa 17 Kapanewon di Gunungkidul, 14 Juta Liter Air Bersih Disalurkan
Kekeringan melanda 17 kapanewon di Gunungkidul. Sebanyak 2.811 tangki atau 14,05 juta liter air bersih telah disalurkan.
Aktivitas river tubing di objek wisata Kalisuci, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, beberapa waktu lalu./Istimewa-Dokumen pengelola objek wisata Kalisuci.
Harianjogja.com, SEMANU–Dinas Pariwisata Gunungkidul mengimbau kepada pelaku wisata minat khusus mewaspadai terjadinya cuaca ekstrem. Langkah ini sebagai antisipasi hal-hal yang tak diinginkan pada saat aktivitas wisata berlangsung.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, sudah ada informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tentang cuaca ekstrem di awal musim penghujan. Menurut dia, fenomena ini harus diantisipasi sehingga tidak menjadi masalah dalam aktivitas kepariwisataan.
“Sudah kami sampaikan ke pelaku wisata minat khusus untuk berhati-hati menjalankan kegiatan wisata. Pengelola juga sudah tanggap terkait dengan antisipasi ini,” kata Hary kepada wartawan, Kamis (4/11/2021).
BACA JUGA : Cuaca Ekstrem, Ini Peringatan untuk Pelaku Wisata di Sleman
Dia menjelaskan, untuk wisata minat khusus di Gunungkidul ada beberapa seperti susur Goa Pindul di Kalurahan Bejiharjo, Karangmojo; Cave Tubing Kalisuci di Kalurahan Pacarejo, Semanu dan Air Terjun Sri Getuk di Kalurahan Bleberan, Playen. Aktivitas wisata ini berkaitan dengan air sehingga saat terjadi cuaca deras, debitnya akan meningkat sehingga berbahaya bagi wisatawan yang melakukan kunjungan.
Pihaknya akan terus mengingatkan para pelaku wisata untuk berhati-hati dalam mengelola wisata yang berkaitan dengan air. “Keamanan pengunjung jadi yang utama. Adanya cuaca ekstrem ini harus benar-benar diwaspadai sehingga hal-hal yang tak diinginkan bisa dihindari,” katanya.
Koordinator Wisata Cave Tubing Kalisuci, Muslam Winarto saat dikonfirmasi kemarin membenarkan adanya bahaya dalam aktivitas cave tubing pada saat musim hujan. Pasalnya, debit air untuk aktivitas wisata seringkali naik seiring adanya banjir di aliran sungai.
Oleh karenanya, sambung dia, setiap musim penghujan pihaknya mengimbau untuk melakukan konfirmasi kunjungan terkait cuaca. Menurut Winarto, pada saat terjadi hujan deras yang menyebabkan banjir maka aktivitas wisata akan ditutup sementara waktu.
BACA JUGA : Sejumlah Pohon & Baliho di Sleman Bertumbangan!
“Pengunjung bisa menanyakan dulu kondisi cuaca, bisa konfirmasi melalui telepon ataupun instagram kami. Tujuanya agar ada kepastian jika wisata tidak ditutup,” katanya.
Menurut dia, objek wisata Kalisuci belum lama dibuka kembali dikarenakan kebijakan PPKM yang diterapkan oleh Pemerintah Pusat. “Sudah ada wisatawan yang berkunjung, tapi dengan datangnya musim hujan kami harus lebih berhati-hati untuk menghidari kecelakaan pada saat aktivitas wisata dilaksanakan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kekeringan melanda 17 kapanewon di Gunungkidul. Sebanyak 2.811 tangki atau 14,05 juta liter air bersih telah disalurkan.
Timnas voli putri Indonesia akan menghadapi Taiwan dalam perebutan peringkat kelima Asian Games 2026 setelah Taiwan mengalahkan Kazakhstan 3-2.
WhatsApp mulai menggulirkan tombol pencarian langsung di chat iPhone. Simak cara kerja shortcut, dukungan untuk grup dan channel, serta cara mencarinya.
Mobil yang sering terpapar matahari berisiko mengalami kerusakan pada interior, cat, ban, baterai, dan elektronik. Simak dampak serta cara menguranginya.
Rapat paripurna dibuka dan terbuka untuk umum, agenda paripurna kemudian dilanjutkan dengan penyampaian laporan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Magelang
PSS Sleman kalah 1-2 dari Dewa United. Pieter Huistra menilai timnya kurang beruntung, sedangkan Fachruddin menyoroti hilangnya fokus.