20 Persen SD Negeri di Sleman Kekurangan Murid, Ini Penyebabnya
Sebanyak 20% SD Negeri di Sleman belum memenuhi kuota rombel SPMB 2026. Disdik memperkuat pendidikan agama dan mengkaji opsi regrouping sekolah.
Ilustrasi/Antara-Wahdi Septiawan
Harianjogja.com, BANTUL—Fenomena La Nina yang dapat memicu curah hujan yang tinggi membuat sejumlah lahan tanaman pangan terancam. Pemerintah mengimbau petani waspada dan bersiap menghadapi kemungkinan puncak La Nina.
Kabid Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Bantul, Imawan Eko Handriyanto mengatakan jajarannya terus memantau dampak buruk yang dapat ditimbulkan La Nina, khususnya terhadap lahan pertanian. "Untuk Bantul kami harus mengantisipasi dengan pemantauan dan pengamatan. Sejauh ini curah hujan masih normal," tuturnya, Minggu (7/11/2021).
Imawan menyebut hingga saat ini intensitas hujan masih belum menimbulkan dampak buruk. Curah hujan yang tinggi sering memicu meluapnya air sungai ke area pertanian. Berdasar hasil pantauan, hingga saat ini belum ada air yang masuk dan merusak lahan pertanian. "Belum ada laporan, tapi kami terus memantau lebih intensif, terutama di titik rawan," katanya.
Di Bantul ada beberapa wilayah pertanian yang rawan tergenang air, terutama di kawasan pesisir selatan. "Lahan pertanian di daerah selatan terutama di muara sungai seperti di Kapanewon Kretek dan Sanden sangat rawan tergenang. Oleh karena itu, kondisi saat ini terus dipantau," katanya. Antisipasi teknis seperti peninggian bedengan atau pembersihan saluran sungai irigasi terus dikoordinasikan dengan petugas wilayah.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Sugeng Purwanto mengatakan berdasar laporan BMKG, badai La Nina mulai terasa dampaknya. "Curah hujan tinggi dan lain-lain. Itu harus diantisipasi," katanya.
Sugeng mengatakan Brigade Alsintan milik DPKP DIY selalu siaga saat terjadi banjir di kawasan pertanian. Petugas siap menyedot air di daerah yang tergenang. "Kami dengan Dinas Pekerjaan Umum dan instansi terkait lainnya siap membantu. Badai La Nina harus diwaspada karena memicu curah hujan yang tinggi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 20% SD Negeri di Sleman belum memenuhi kuota rombel SPMB 2026. Disdik memperkuat pendidikan agama dan mengkaji opsi regrouping sekolah.
PSIM Jogja resmi melepas Fahreza Sudin jelang Super League 2026/2027. Gelandang asal Ternate itu menjadi pemain keenam yang berpisah.
Kunjungan Narendra Modi ke Candi Prambanan membuat akses wisata dialihkan selama 7-8 Juli 2026. Wisatawan tetap dapat berkunjung ke sejumlah area.
JadePuffer menjadi ransomware berbasis AI pertama yang mampu menjalankan serangan siber secara mandiri dan adaptif tanpa banyak campur tangan manusia.
Bupati Bantul akan memanggil manajemen RSGM untuk membahas tunggakan gaji 36 eks pekerja yang belum dibayarkan selama empat bulan.
Polresta Jogja memburu satu DPO baru dalam kasus pembacokan pelajar di depan SMAN 3 Jogja. Pria itu diduga mendanai pelarian tersangka ke Cilacap.