Sawit Hadapi Tantangan Produktivitas dan Kebijakan
“Industri sawit membutuhkan kebijakan yang memperhatikan kepentingan seluruh pemangku kepentingan, termasuk perusahaan, negara, petani, dan masyarakat,"
Ilustrasi penyekatan- Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, BANTUL-Kepolisian Resor Bantul akan melakukan penyekatan di sejumlah ruas jalan menuju objek wisata Bantul saat masa liburan Natal dan tahun Baru (Nataru) mendatang. Upaya tersebut dilakukan untuk mengurai kepadatan dan menghindari adanya kerumunan di objek wisata di tengah masa pandemi Covid-19 masih terjadi di Bantul.
Kapolres Bantul, AKBP Ihsan mengatakan selama ini dalam mengurai kepadatan dan kerumunan wisatawan di objek wisata dilakukan dengan metode ganjil genap. Misalnya kendaraan yang masuk ke Pantai Parangtritis saat tanggal genap maka kendaraan yang boleh masuk adalah kendaraan berplat genap, demikian sebaliknya jika tanggal ganjil kendaraan yang boleh masuk adalah kendaraan berplat ganjil.
Saat kendaraan yang masuk Parangtritis bertepatan dengan tanggal genap, maka objek wisata pantai Barat atau Samas sampai Pandansimo diberlakukan ganjil. Kondisi tersebut diberlakukan agar wisatawan tidak hanya menumpuk di Parangtritis. Selain itu wisatawan yang sudah terlanjur ke Bantul tetap dapat berwisata meski bukan di Parangtritis.
“Kami ingin memberitahkan kepada masyarakat atau wisatawan bahwa objek wisata di Bantul bukan hanya Parangtritis tapi ada Samas sampai barat dan juga ada wisata di Mangunan,” kata Ihsan, Selasa (9/11/2021).
Ihsan mengklaim pemberlakuan ganjil genap efektif mengurai wisatawan, sehingga ganjl genap akan terus dilakukan sampai libur Nataru. Bahkan saat liburan Nataru diperkirakan akan ada lonjakan wisatawan. Untuk mengantisipasinya, kata dia, selain memberlakukan ganjil genap juga akan diberlakukan penyekatan di sejumlah ruas jalan menuju objek wisata, terutama ke kawasan Parangtritis.
“Di Jalan Parangtritis tepatnya di simpang empat Druwo mungkin akan kita sekat pada malam Tahun Baru. Kendaraan yang akan menuju Parangtritis [akan dialihkan ke jalur lain]. Ini salah satu cara bertindak kita adalah penyekatan-penyekatan. Wisatawan bisa kita alihkan ke tempat lain,” ujar Ihsan.
Lebih lanjut Ihsan mengatakan Bantul saat ini masuk pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2 dimana sudah ada kelonggaran aktivitas masyarakat, terbukti sudah mulai banyak wisatawan yang berkunjung ke Bumi Projotamansari ini. Tidak menutup kemungkinan PPKM bisa turun level dari level 2 ke level 1 sehingga kerawanan kerumunan terutama di objek wisata bisa terjadi.
Pihaknya sudah melakukan pemetaan tempat-tempat yang rawan kerumunan maupun tempat yang rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas, terjadinya kepadatan kendaraan, maupun gangguan kamtibmas. “Setelah maping kita buat SOP-nya misal di tempat ini rawan kerumunan mungkin penyekatan dan ganjl genap atau kita tutup tempanya jika memungkinkan,” ucap Ihsan.
Selain rawan kerumunan, kecelakaan, kepadatan kendaraan, dan kamtibmas, pihaknya juga mengantisipasi kerawanan bencana. Karena berdasarkan prediksi BMKG pada November, Desember dan Januari masuk musim penghujan sehingga kemungkinan bencana hidrometeorologi seperti longsor, banjir, pohon tumbang, bisa terjadi. Karena itu Ihsan meminta masyarakat untuk tetap waspada.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Industri sawit membutuhkan kebijakan yang memperhatikan kepentingan seluruh pemangku kepentingan, termasuk perusahaan, negara, petani, dan masyarakat,"
Kementerian PKP menargetkan bedah 10.300 rumah tak layak huni di DKI Jakarta pada 2026 untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah.
Pemkab Banyumas mendorong insentif komisi dan diskon bagi agen travel untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, termasuk diskon 30% di Baturraden dan Menara Terat
Sebanyak 22 sekolah di Kulonprogo dilaporkan kesulitan air bersih saat kemarau. SDN Jatiroto mengandalkan bantuan droping air dari BPBD.
Survei IPO menempatkan Meutya Hafid di posisi ke-10 menteri berkinerja terbaik dengan 5,9% dalam survei nasional Oktober 2026.
Sebanyak 27,6% perjalanan penumpang kereta api menuju Jogja bertujuan wisata. KAI mencatat jutaan penumpang di Stasiun Jogja dan Lempuyangan.