Tawon Jadi Fauna Khas Gunungkidul, Bukan Belalang Goreng
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Kepala Diskominfo Gunungkidul Wahyu Nugroho (kiri) dan Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika, Asar Janjang Riyanti menunjukkan piagam penghargaan didapat dari ajang AHM 2021 dari Kemenkominfo, Selasa (9/11/2021)./Harin Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Pemkab Gunungkidul di awal November ini memperoleh sejumlah penghargaan di bidang kehumasan. Selain sebagai bentuk capaian kinerja, penghargaan tersebut diharapkan menjadi pendorong untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
Penghargaan pertama diraih pada ajang Anugerah Media Humas (AMH) yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Kamis (4/11). Adapun jenis penghargaan yang diraih, yakni sebagai Pemerintah Kabupaten/Kota terbaik I untuk Kategori Media Sosial dan Pemerintah Kabupaten/Kota terbaik III untuk Kategori Website.
Tak berselang lama atau tepatnya Rabu (10/11), Komisi Penyiaran Informasi Daerah (KPID) DIY memberikan penghargaan kepada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) sebagai badan publik dengan capaian nilai tertinggi di Kabupaten Gunungkidul.
Kepala Diskominfo Gunungkidul, Wahyu Nugroho mengatakan ada empat kategori yang dilombakan yaitu Siaran Pers (Media Online), Media Sosial, Website dan Komunikasi Publik. Dari empat kategori ini Diskominfo Gunungkidul meraih dua penghargaan sekaligus. “Kami juga memperoleh penghargaan dari KPID DIY tentang badan publik dengan nilai tertinggi di Gunungkidul,” katanya, Jumat (12/11).
Wahyu berharap penghargaan tersebut akan semakin memotivasi jajarannya dalam kinerja kehumasan agar terus memberikan pelayanan yang terbaik. Selain itu, juga untuk menguatkan peran humas pemerintah memberikan informasi kepada masyarakat.
“Keberhasilan kami juga tidak lepas dari peran teman-teman pers. Kami berharap sinergi yang telah terjalin dengan baik terus dapat ditingkatkan,” katanya.
Dia mengungkapkan, untuk penghargaan AMH baru pertama kali diterima Pemkab Gunungkidul. Untuk kategori media sosial, Gunungkidul harus bersaing dengan Kabupaten Bantul dan Sleman.
Menurut dia, lomba ini bertujuan untuk memperkuat peran humas pemerintah dalam menyebarkan informasi terkait program Pemkab Gunungkidul. Salah satunya berkaitan dengan penanganan pandemi Covid-19.
“Kami bangga dengan apa yang telah diraih dan ini menjadi motivasi untuk terus menunjukkan kinerja terbaik,” katanya.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Diskominfo Gunungkidul, Asar Janjang Riyanti menambahkan di lomba AMH yang diselenggarakan Kemenkominfo ini ada empat parameter yang digunakan untuk melakukan penilaian website. Di antaranya tampilan desain, konten, teknologi dan interaksi dengan audiens.
“Tentunya dengan berbagai penghargaan ini dijadikan motivasi untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Wapres Gibran dorong digitalisasi sekolah di Papua dan NTT. Fokus pada teknologi pendidikan dan peningkatan skill generasi muda.
SPMB Bantul 2026 resmi ditetapkan. Pendaftaran SMP full online dengan sistem RTO, ini syarat, jalur, dan kuotanya.
Hari Jadi Sleman ke-110 berlangsung meriah. Sri Sultan HB X tekankan refleksi dan pelestarian budaya di tengah modernisasi.
Persija menang 3-0 atas Semen Padang di laga terakhir Super League 2026. Gustavo Almeida cetak dua gol, Macan Kemayoran finis ketiga.
Empat mahasiswa Indonesia raih penghargaan di EuroMUN 2026 di Belanda, bukti kualitas generasi muda di level global.