Awas, Manusia Bisa Tularkan Virus Corona ke Hewan Kesayangan

Tangkapan layar saat Direktur RSH Prof. Soeparwi FKH UGM Guntari Titik Mulyani (kanan) berbicara dalam FGD bertajuk Pencegahan dan Penanganan Covid-19 pada Hewan Kesayangan, Senin (15/11 - 2021).
15 November 2021 19:57 WIB Lajeng Padmaratri Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Covid-19 tidak saja menular pada manusia, tetapi juga binatang, termasuk hewan peliharaan. Agar hewan kesayangan tidak ikut tertular virus, maka pemilik diharapkan lebih berhati-hati dalam menjaga hewannya dari potensi penularan virus.

Secara global, kasus hewan yang terpapar Covid-19 sejak pandemi melanda dunia sudah sering terjadi. Direktur RSH Prof. Soeparwi FKH UGM Guntari Titik Mulyani membenarkan bahwa hewan bisa tertular Covid-19 dari manusia.

"Kalau kita menyayangi hewan kesayangan kita, maka perlu dijaga. Sebab, hewan bisa positif Covid-19 karena bisa tertular dari manusia. Namun, tidak sebaliknya. Hewan kesayangan kita yang positif Covid-19 itu tidak menularkan virus kepada manusia," kata Prof. Guntari saat menjadi narasumber dalam focus group discussion (FGD) Harian Jogja bertajuk Pencegahan dan Penanganan Covid-19 pada Hewan Kesayangan, Senin (15/11/2021).

Dalam FGD daring yang digelar atas kerja sama Harian Jogja dan Satgas Covid-19 itu, Prof. Guntari memaparkan bahwa ia pernah menjumpai kasus salah satu hewan yang dirawat inap dan mengalami gangguan pencernaan. Saat itu, ia melakukan uji lab dan didapatkan hasilnya antibodi positif dan antigennya negatif.

"Kami simpulkan kucing ini pernah terpapar [Covid-19], tetapi saat ini dalam kondisi sehat. Jika nanti ada pasien yang datang dan kami tes Covid-19 hasilnya positif, [perawatannya] tergantung kondisi hewannya, kalau nggak mengkhawatirkan bisa dirawat di rumah dengan isolasi disertai obat dari kami," ucap dosen Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Hewan UGM ini.

Di antara berbagai hewan yang sering dipelihara manusia, Guntari menyebut, kucing merupakan hewan yang paling peka terhadap virus. Untuk itu, ia mengharapkan agar para pemilik hewan kesayangan lebih memperhatikan kondisi hewannya agar tidak terpapar virus.

"Tetapi biasanya kalau hewan terpapar Covid-19, efeknya enggak berat seperti manusia. Makanya, persentase kematian Covid-19 pada hewan sangat kecil, tidak seperti kita," kata dia.

Isolasi Hewan

Co-Founder Animal Friends Jogja (AFJ), Kiswandari Nana yang juga hadir dalam FGD tersebut, mengaku acap merawat banyak hewan di selter AFJ sejak sebelum pandemi. Meski tidak pernah melakukan uji lab Covid-19 kepada hewan-hewan yang dicurigai terkena virus, tetapi Nana mengaku telah melakukan berbagai upaya pencegahan penularan virus pada hewan.

"Karena hewan kami banyak, puluhan anjing dan kucing, jadi kami beri makanan sehat dan vitamin supaya mereka tetap sehat dan tidak tertular virus. Meskipun sebenarnya upaya ini tidak hanya kami lakukan saat pandemi Covid-19 saja," kata Nana.

Selain itu, imbuh dia, hewan juga perlu diperhatikan aktivitasnya. Jika saat bermain terlihat lesu, sebaiknya langsung diberi makanan tambahan. Kemudian, sebisa mungkin cegah hewan keluar rumah agar mengurangi potensi hewan kesayangan berkontak dengan orang lain.

"Jika ada suspect virus, langsung diisolasi masuk kandang. Dari dulu begitu, sejak sebelum pandemi. Bisa dibayangkan kalau hewan kami banyak, tapi tidak diisolasi, maka virus bisa menyebar cepat," ucap dia.