Akses Jalan Tertutup Longsor, Ratusan KK di Girimulyo Masih Terisolasi

Lokasi bekas tanah longsor di Dusun Sabrang Kidul, Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo, Rabu (11/3/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara\\n
17 November 2021 07:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES--Belum turunnya alat berat membuat proses pembersihan material longsoran jalan kabupaten di dusun Kembang, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Kulonprogo, tidak maksimal. Pembersihan aspal dari longsoran akhirnya dilakukan oleh warga setempat dibantu sejumlah sukarelawan.

Dukuh Kembang, Sarija, mengatakan akses jalan kembang cukup vital bagi sekitar 243 kepala keluarga yang ada di wilayahnya. Longsoran tanah yang menutupi jalan membuat warganya sulit beraktivitas. Terlebih, longsoran tanah yang menutupi aspal jalan cukup tebal.

"Untuk pembersihan jalan saat ini dilakukan swadaya oleh warga dibantu sejumlah sukarelawan. Terkini, yang paling berat di titik ruas jalan Gunung Kelir-Kutogiri, saat ini belum bisa dikerjakan karena tebalnya longsoran, sehingga kalau tidak menggunakan alat berat tidak bisa dilakukan pembersihan," kata Sarija pada Selasa (16/11/2021).

Dikatakan Sarija, sebagian warga juga akhirnya melewati tumpukan tanah yang menutupi aspal untuk bisa lewat. Pembersihan material longsoran juga melibatkan sejumlah personel Brimob Polda DIY. Warga ikut turun membersihkan longsoran dibantu sejumlah relawan.

"Sejumlah kegiatan seperti pendidikan, wisata, dan ekonomi akhirnya menjadi terhambat imbas adanya longsoran material yang menutupi aspal. Jika warga diminta untuk melewati jalan lain aksesnya terlalu jauh dan memutar. Kami juga mengimbau warga agar mengantisipasi potensi longsor di wilayahnya masing-masing," ungkap Sarija.

Panewu Girimulyo, Endah Wulandari, mengatakan dari empat titik longsor yang ada di wilayah kapanewon Girimulyo hanya jalan kabupaten di dusun Kembang, kalurahan Jatimulyo, kapanewon Girimulyo, Kulonprogo, yang masih tertutupi material longsoran.

"Kami telah berkoordinasi dengan BPBD Kulonprogo. Targetnya hari ini rampung dilaksanakan pembersihan material dari jalan dengan dibantu kehadiran alat berat. Aktivitas warga diharapkan kembali normal setelah dilakukan pembersihan," ujar Endah.

Longsor yang terjadi pada Senin (15/11/2021) lalu juga membuat sejumlah jaringan listrik di wilayahnya terputus. Kondisi tersebut sudah diketahui oleh pihak PLN. Rencananya, petugas terkait bakal turun ke lapangan melakukan perbaikan.

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan petugas PLN. Berdasarkan catatan kami, memang ada dua dusun yang terdampak longsor sehingga akses listrik ikut terkendala. Pihak PLN sudah mengetahui hal tersebut dan berencana akan segera melakukan perbaikan," terang Endah.

Hujan yang mengguyur wilayah Kulonprogo berdampak kepada terjadinya kejadian tanah longsor di sejumlah titik. BPDB Kulonprogo mencatat sebanyak empat kejadian tanah longsor terjadi pada Senin (15/11/2021). Personel BPBD, dibantu warga dan PMI Kulonprogo berusaha melakukan pembersihan material longsoran yang menutupi sejumlah akses jalan.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulonprogo, Edi Wibowo, mengatakan hujan yang mengguyur wilayah Kulonprogo pada Senin (15/11/2021) berdampak terhadap terjadinya bencana hidrometeorologi yakni tanah longsor.

"Terkait dengan kejadian tanah longsor terjadi di empat titik. Pertama di Jalan Kembang RT 43 RW 10, kalurahan Jatimulyo, kapanewon Girimulyo, Kulonprogo; di sekitar Kedung Pedut RT 42 RW 10 pedukuhan kembang, kalurahan Jatimulyo, kapanewon Girimulyo, Kulonprogo. Ketiga, ada di Dusun Tanggulangin, Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Pengasih; terakhir ada di atas ruas jalan Plelen," kata Edi.