Kejar Target Vaksinasi, BINDA DIY Door to Door Warga Sleman

Program vaksinasi door to door untuk warga Sleman oleh Binda DIY, Sabtu (20/11/2021). - Ist
22 November 2021 10:37 WIB Bernadheta Dian Saraswati Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Warga Sleman yang belum melaksanakan vaksinasi Covid-19 terus ditelusuri. 

Belum lama ini, Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) DIY bersama Pemerintah Kabupaten Sleman melakukan penyisiran terhadap warga yang belum vaksin, melalui layanan vaksinasi massal serta door to door di Padukuhan Gading Kulon, Donokerto, Turi, Sleman.

Menurut Koordinator Wilayah Binda DIY, Adi Riyanto kegiatan tersebut untuk mengejar target 100 persen capaian vaksin Covid-19 pada akhir tahun 2021.

Layanan vaksinasi door to door yang diselenggarakan di Padukuhan Gading Kulon, Donokerto, Turi pada Sabtu (20/11/2021) ini menyasar lansia serta penyandang disabilitas. "Di Sleman ini baru 90 persen, jadi kita kejar yang 10 persennya. Di Gading Kulon ini kami targetkan 200 dosis peserta vaksinasi Covid-19, dan disambut antusias oleh warga," kata Adi Riyanto.

"Melalui layanan door to door atau jemput bola ini harapannya masyarakat yang belum tervaksin, dapat terfasilitasi untuk vaksin. Kami beri kemudahan vaksin untuk lansia, penyandang disabilitas, maupun masyarakat yang belum tervaksin, tanpa terkecuali," tambahnya.

Dilanjutkan Adi, besar harapan Binda DIY agar masyarakat antusias mengikuti vaksinasi untuk membentuk herd immunity dan meminimalisir resiko kematian jika terpapar Covid-19. "Di samping tetap menerapkan protokol kesehatan, mendekati Nataru 2021 yang harus diawasi, jangan sampai varian AY.4.2 masuk ke Indonesia, dan DIY khususnya," ujarnya.

Kepala Dukuh Gading Kulon, Nur Whan Hidayat menyambut baik kegiatan vaksinasi tersebut. Ia mengucapkan terimakasih kepada Binda DIY, Pemerintah Kabupaten Sleman, serta nakes dari Puskesmas Turi yang telah mengadakan vaksinasi massal serta door to door di padukuhannya.

"Mudah-mudahan melalui kegiatan ini akan segera tuntas, semua bisa tervaksin, terutama banyak dari lansia, difabel, kemudian juga yang tidak bisa hadir ke lokasi vaksinasi namun bisa terfasilitasi melalui layanan vaksinasi door to door," kata dia.