CPNS 2021: Ratusan Pelamar Tak Lolos SKD

Ilustari pendafataran CPNS online. - menpan.go.id
23 November 2021 12:47 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI – Sebanyak 240 pendaftar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dinyatakan lolos untuk mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Rencananya tes kedua ini dilaksanakan di GOR Amongrogo di Kota Jogja, Sabtu (27/11) mendatang.

Kepala Bidang Formasi dan Data Pegawai, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Gunungkidul, Agus Sumaryono mengatakan, hasil seleksi kompetensi dasar sudah diumumkan sejak akhir Oktober lalu. Adapun hasilnya, dari 1.077 peserta tes, yang dinyatakan lolos SKB sebanyak 240 orang. Adapun sisanya sebanyak 837 peserta dinyatakan gagal dalam Seleksi Kompetensi Dasar.

“Kami hanya memfasilitasi pelaksaan tes, untuk yang menyatakan lolos tidaknya peserta kewenangan berada di Badan Kepegawaian Nasional,” kata Agus, Selasa (23/11).

BACA JUGA : Tak Hadir di SKD, Puluhan CPNS di Bantul Gugur 

Dia menjelaskan, di setiap lowongan diambil tiga peserta dengan nilai tertinggi. Meski demikian, Agus tidak menampik, dari 98 formasi yang dibuka tidak semua terisi karena ada lowongan seperti, dokter, dokter spesialis hingga kuota disabilitas untuk lowongan apoteker dan pengelola sarana dan prasarana tidak ada peminatnya.

“Inilah mengapa yang dinyatakan lolos SKB hanya 240 orang, karena memang ada lowongan yang tidak ada pendaftarnya sehingga berpengaruh terhadap jumlah peserta lolos tahapan tes berikutnya,” ungkapnya.

Menurut Agus, pada saat sekarang sudah mempersiapkan untuk pelaksanaan SKB yang rencananya diselenggarakan di GOR Amongrogo pada 27 November mendatang. Sama seperti pelaksanaan SKD, untuk pelaksaan SKB, seluruh peserta diwajibkan membawa surat bebas Covid-19.

“Untuk swab tes PCR maksimal 3x24 jam, sedangkan untuk rapid tes antigen dalam kurun waktu 1x24 jam sebelum SKB diselenggarakan dengan hasil negatif,” katanya.

Disinggung mengenai adanya peserta yang positif pada saat akan tes, ia mengakui masih ada kesempatan untuk mengikuti SKB susulan sesuai dengan jadwal yang dibuat tim panitia seleksi tingkat nasional. “Tetap bisa diakomodasi sehingga tidak kehilangan haknya,” imbuh Agus.

Sekretaris BKPP Gunungkidul, Reni Linawati menambahkan, tahapan tes CPNS di tahun ini sangat memperhatikan protokol kesehatan. Adapun tujuannya, untuk mengurangi risiko penularan virus corona pada saat rekrutmen. “Protokol kesehatan dijalankan secara ketat,” katanya.

BACA JUGA : Puluhan Pendaftar CPNS di Gunungkidul Gugur dari Seleksi

Menurut dia, untuk CPNS ada 98 formasi. Pada saat pendaftaran ada sebanyak 1.137 peserta. Meski demikian, pada saat SKD tidak semua peserta hadir karena da 59 orang yang tidak mengikuti tes. “Selain CPNS juga ada rekrutmen untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja [P3K] guru dan non guru,” katanya.