Tak Hadir di SKD, Puluhan CPNS di Bantul Gugur

Foto ilustrasi. - Antara Foto/Irwansyah Putra
24 September 2021 10:47 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Sebanyak 67 peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Bantul tidak mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) di GOR Amongrogo, Rabu (22/9/2021) hingga Jumat (24/9/2021) pagi. Mereka otomatis gugur dan tidak bisa mengikuti tahapan tes selanjutnya.

Kepala Sub Bidang Formasi dan Pengadaan Pegawai BKPP Bantul, Jazari Hisyam mengatakan selama tiga hari digelarnya SKD, hanya ada 2.252 peserta CPNS yang hadir dan mengikuti ujian. Sedangkan sisanya ada 67 peserta CPNS tidak hadir.

“Sejauh ini kami juga tidak mengetahui alasan mereka. Sebab, sampai kini belum ada konfirmasi dari mereka ke kami,” jelas Hisyam, Jumat (24/9/2021).

Dengan ketidakhadiran CPNS di SKD, lanjut Hisyam otomatis mereka tidak akan bisa mengikuti tahapan tes selanjutnya dan dinyatakan gugur. Adapun pelaksanaan SKD dibuat tujuh sesi dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Sementara dari 2.252 CPNS yang ikut SKD, kata Hisyam tidak bisa dinyatakan langsung lolos ke tahap selanjutnya. Sebab, dari Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) akan merangking nilai SKD mereka.

Baca juga: 1.296 Sekolah Jadi Klaster Covid-19, Kemendikbudristek Sebut Relatif Kecil

“Hanya tiga besar yang nilainya tinggi di setiap formasi yang akan diambil. Untuk Bantul ada 213 formasi yang kami buka tahun ini. Kemungkinan pengumuman akan dilakukan setelah SKD tingkat nasional,” ucapnya.

Hisyam mengungkapkan jika SKD sengaja diselenggarakan terlebih dahulu ketimbang tes untuk P3K non guru. Hanya saja, berbeda dengan daerah lain, untuk Bantul, tidak ada peserta tes untuk P3K non guru.

"Di Tempat kami tidak ada penerimaan P3K non guru,” ungkap Hisyam.

Menurut Hisyam, mereka yang mengikuti SKD akan memperebutkan 213 formasi yang dibutuhkan oleh Pemkab Bantul. Adapun 213 formasi tersebut terdiri dari 155 tenaga kesehatan dan 58 orang lainnya untuk tenaga teknis.

“Sementara untuk 708 P3K untuk guru, akan diisi oleh peserta yang mengikuti tes P3K yang digelar oleh Kemendikbud,” ucap Hisyam.