PUDAM Sleman Antisipasi Dampak Lanina dan Nataru

Direktur PUDAM Tirta Sembada, Dwi Nurwata - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
24 November 2021 05:47 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Kerusakan jaringan pipa yang dialami Organisasi Pengelola dan Pemakai Air (OPPA) Prambanan juga mulai diantisipasi Perusahaan Daerah Air Minum Sleman. Sejumlah titik jaringan yang wilayahnya berpotensi longsor mendapatkan perhatian khusus menghadapi potensi cuaca ekstrem yang disebabkan La Nina.

Direktur PUDAM Tirta Sembada, Dwi Nurwata mengatakan sebagai wilayah rawan bencana PDAM terus meningkatkan keamanan distribusi jaringan air bersih. Di Sleman, katanya, beberapa titik potensi bencana sudah dipetakan untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan.

"Potensi bencana yang sering kami alami setidaknya ada dua. Potensi bencana di jalur erupsi Merapi dan juga potensi banjir dan longsor. Kami sudah lakukan antisipasi," kata Dwi, Selasa (23/11/2021)

Antisipasi yang dilakukan, lanjut Dwi, dengan menyiapkan koneksi by pass yang digunakan saat jaringan air bersih terdampak bencana. Peralatan untuk antisipasi juga disiapkan jika sewaktu-waktu terjadi bencana. "Hasil mitigasi yang kami lakukan setidaknya ada tiga titik yang perlu diantisipasi. Selain jalur di lereng Merapi, juga di Prambanan dan Turi," kata Dwi.

PDAM, lanjutnya, juga memonitor jaringan air yang berada di Sleman Barat terutama di wilayah perbukitan. Meski selama ini di Sleman Barat, kata Dwi, belum pernah terjadi kerusakan jaringan akibat bencana namun hal itu perlu dilakukan antisipasi searah berkembangnya pembangunan di wilayah Sleman Barat.

Baca juga: Sepi! Tidak Ada Perayaan Pergantian Tahun di Sleman

"Apalagi selain menghadapi bencana Lanina, pada akhir tahun ini kami mengadapi libur Natal dan Tahun Baru [Nataru]. Kami harus mengantisipasi bertambahnya konsumsi air bersih," kata Dwi.

Menurut Dwi, konsumsi air bersih selama Nataru bulan depan diprediksi ada kenaikan. Pasalnya saat ini roda perekonomian mulai berjalan seiring beroperasinya destinasi wisata, hotel, restoran dan lainnya. Kondisi tersebut menyebabkan mulai terjadi kenaikan konsumsi air bersih.

"Kami belum bisa memprediksi kenaikan pada Nataru nanti. Tapi berdasarkan pengalaman sebelum pandemi, kenaikan konsumsi antara 7-10 persen. Nataru nanti kemungkinan masih sama," katanya.

Meski pun begitu, lanjut Dwi, PDAM mulai mengondisikan sumber air baku dan jaringan. Selain itu, instansinya juga mengoptimalkan keberadaan Unit Reaksi Cepat (URC) untuk menangani gangguan aliran air. "Terutama saat malam hari. Tim URC ini yang kami optimalkan. Kami juga menyiapkan genset mobile jika aliran listrik mati," katanya.

Diberitakan sebelumnya, pipa aliran air besir milik OPPA Prambanan putus akibat tidak kuat menahan derasnya arus air Kali Plengkung, Sambirejo, Prambanan Sleman pada Kamis (18/11/2021) petang. Kerusakan jaringan tersebut menyebabkan warga meminta droping air bersih selama tiga hari. Saat ini jaringan air bersih di wilayah tersebut kembali normal setelah dilakukan perbaikan.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengimbau warga Sleman untuk waspada dan mempersiapkan langkah antisipasi dalam menghadapi bencana alam di penghujung 2021. Potensi bencana alam selama musim penghujan hingga akhir tahun ini terjadi di tengah ancaman pandemi Covid-19.

"Tentunya kita harus menyikapi secara sungguh-sungguh ancaman potensi bencana ini dengan siap siaga, waspada dan antisipasi sedini mungkin," ujar Kustini.

Menurutnya wilayah Sleman memiliki beberapa potensi bencana seperti ancaman erupsi Gunung Merapi, hujan deras disertai angin kencang, serta banjir lahar hujan. "Dengan kewaspadaan ini diharapkan jatuhnya korban jiwa maupun kerugian materi dapat ditekan sekecil mungkin," kata Kustini.

Apel kesiapsiagaan yang digelar Pemkab, katanya, diharapkan mampu mempersiapkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk menghadapi potensi bencana tersebut. Tidak hanya personel, Kustini mengingatkan agar sarana dan prasarana kebencanaan disiapkan dengan baik untuk menghadapi potensi bencana.

"Kami juga mengingatkan seluruh pihak, seluruh masyarakat untuk berperan secara aktif dalam rangka penanggulangan bencana alam dan penyebaran virus covid-19," katanya.