Goa Selarong Bantul Akan Direvitalisasi, Butuh Rp425 Juta
Goa Selarong Bantul akan direvitalisasi dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp425 juta. Dinas Pariwisata mencari dukungan CSR untuk memperbaiki fasilitas.
Suasana sosialisasi relokasi PKL Malioboro yang digelar beberapa waktu lalu di Royal Malioboro Hotel/Dok. Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA--Pemerintah Kota Jogja melalui UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya setempat mulai menyosialisasikan upaya relokasi kepada pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Malioboro. Sosialisasi itu digelar pada Selasa dan Rabu (23-24/11) lalu di Hotel Royal Malioboro dengan sejumlah PKL yang tergabung dalam beberapa kelompok paguyuban.
Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Jogja, Ekwanto mengatakan, tujuan relokasi itu adalah menyampaikan informasi jika sewaktu-waktu relokasi dan penataan kawasan Malioboro dilakukan. Dia juga masih belum membeberkan area PKL mana yang bakal direlokasi maupun tempat relokasi baru bagi para PKL itu nantinya.
"Menginformasikan ada penataan lah ke depannya. Itu masih menginformasikan saja biar tidak kaget PKL dan baru sebatas itu saja," ujarnya, Jumat (26/11/2021).
BACA JUGA: Bertemu Rombongan Klithih Bersajam di Jalan Samas, Warga Lari Mencebur ke Sungai
Ekwanto mengungkapkan, tahapan relokasi juga baru sebatas sosialisasi. Nantinya kewenangan untuk pemindahan, lokasi baru serta PKL mana yang akan direlokasi menjadi kewenangan Pemda DIY.
"Kalau kapan dan bagaimana teknisnya itu bagian provinsi yang mengatur. Baru sebatas itu dulu soal informasi penataan dan pada saatnya tentu kami informasikan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Goa Selarong Bantul akan direvitalisasi dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp425 juta. Dinas Pariwisata mencari dukungan CSR untuk memperbaiki fasilitas.
Empat wisatawan terseret ombak Pantai Jungwok Gunungkidul saat hendak berfoto. Seorang wisatawan asal Solo meninggal dunia.
Kemenhub mendirikan posko darurat di Pelabuhan Trisakti untuk menangani insiden Kapal Virgo Transport 8 yang hilang kontak di Masalembo.
DPRD DIY mendorong penanganan kekeringan melibatkan seluruh OPD, tidak hanya BPBD, dengan dukungan koordinasi dan anggaran memadai.
Debit Sungai Tinalah Kulonprogo surut saat kemarau. Kondisi ini membuat wisata keceh diminati, tetapi wisatawan diminta tetap waspada.
Kejagung mengungkap Ferry Boboho mengembalikan Rp5 miliar pada Agustus 2026. Uang itu bagian dari Rp40 miliar Tan Kian.