Advertisement

Waduh...Alat Pendeteksi Curah Hujan di Kulonprogo Digondol Maling

Hafit Yudi Suprobo
Rabu, 01 Desember 2021 - 12:27 WIB
Bhekti Suryani
Waduh...Alat Pendeteksi Curah Hujan di Kulonprogo Digondol Maling Sejumlah anggota Polsek Kalibawang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pencurian alat pendeteksi hujan di di Pos Curah Hujan, tepatnya di pedukuhan Pantog Wetan, kalurahan Banjaroyo, kapanewon Kalibawang, Kulonprogo pada Rabu (1/12/2021) - Ist/Polsek Kalibawang

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO--Pencurian alat pendeteksi hujan milik Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP ESDM) DIY terjadi pada Senin (29/11/2021). Hilangnya alat pendeteksi hujan bernilai puluhan juta tersebut pertama kali diketahui oleh warga setempat.

Padahal alat ini berguna untuk mendeteksi curah hujan sekaligus sebgai antisipasi potensi banjir.

Kasi Humas Polres Kulonprogo, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana, mengatakan kejadian hilangnya alat pendeteksi hujan baru dilaporkan ke Polsek Kalibawang pada Selasa (30/11/2021). Sedangkan, kejadian hilangnya sendiri terjadi satu hari sebelumnya.

"Kejadian hilangnya alat pendeteksi hujan terjadi di Pos Curah Hujan, tepatnya di pedukuhan Pantog Wetan, kalurahan Banjaroyo, kapanewon Kalibawang, Kulonprogo," ungkap Jeffry pada Rabu (1/12/2021).

BACA JUGA: Biden Minta Warga AS Tidak Panik Hadapi Omicron

Dikatakan Jeffry, kejadian hilangnya alat pendeteksi hujan diketahui pertama kali oleh warga setempat. Warga kemudian melaporkan kepada petugas terkait. Setelah dilakukan pengecekan, alat pendeteksi hujan benar-benar sudah raib.

"Alat pendekteksi curah hujan memiliki jam yang berfungsi memutar grafik data curah hujan di lokasi setempat. Alat tersebut mempunyai ciri-ciri berbentuk bulat warna kuning terbuat dari kuningan dengan merek Thies," kata Jeffry.

Lebih lanjut, dugaan tindak pidana pencurian sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 subs 362 KUHP masih dalam penyelidikan polisi. Polisi telah melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Kerugian yang dialami oleh dinas terkait atas hilangnya alat pendeteksi hujan ini menyentuh angka sekitar Rp22 juta. Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui dalang dibalik aksi pencurian ini (alat pendeteksi hujan)," terang Jeffry.

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Indonesia Ternyata Produsen Sarang Burung Walet Terbesar di Dunia

News
| Sabtu, 01 Oktober 2022, 18:47 WIB

Advertisement

alt

3 Rekomendasi Glamcamp Seru di Jogja

Wisata
| Sabtu, 01 Oktober 2022, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement