Warga Sleman Diminta Mewaspadai Varian Omicron

Ilustrasi. - Freepik
04 Desember 2021 10:17 WIB Yudhi Kusdiyanto Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemkab Sleman meminta masyarakat untuk berhati-hati terhadap persebaran Covid-19. Meski secara umum kasus harian di Sleman terus menurun, munculnya varian baru virus Covid-19 yakni Omicron membuat semua pihak harus waspada. Langkah antisipasi harus dilakukan agar gelombang tiga lonjakan kasus tidak terjadi.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo meminta masyarakat untuk berhati-hati dan disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 khususnya menjelang libur Nataru. "Semua pihak harus bersiap dan berhati-hati. Kami juga berusaha mencermati berbagai kemungkinan tersebarnya varian baru ini," kata Kustini saat dikonfirmasi, Jumat (3/12/2021).

Berdasar sejumlah kajian, varian B.1.1.529 Omicron bukan sekadar varian baru Covid-19, tetapi juga berpotensi menjadi masalah besar. Oleh karena itu, Kustini meminta masyarakat untuk selalu waspada dan menerapkan prokes secara ketat. "Jangan sampai lengah dan mengabaikan prokes. Kami telah meminta Dinas Pariwisata Sleman untuk berkoordinasi lintas sektoral untuk mengawasi tempat-tempat yang dimungkinkan ada kerumunan," kata Kustini.

Dalam program vaksinasi Covid-19, Dinas Kesehatan terus menggelar vaksinasi untuk mencapai target 100% di akhir Desember 2021. Khusus untuk kader dan sukarelawan kesehatan, Dinkes menyuntikkan vaksin dosis ketiga sebagai booster, mulai Senin (29/11) sampai Rabu (1/12).

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman, Novita Krisnaeni mengatakan sejak para kader dan sukarelawan Covid-19 mendapatkan suntikan vaksinasi dosis ketiga menggunakan vaksin Moderna. "Sesuai kesepakatan bersama Dinkes DIY dan Kementerian Kesehatan, booster diberikan kepada kader kesehatan termasuk PMI, dan Muhammadiyah yang bertugas memakamkan jenazah," katanya saat dikonfirmasi, Rabu.

Dia mencatat ada sekitar 3.700 kader kesehatan yang terdata memperoleh booster. Jumlah tersebut di luar tenaga kesehatan yang sudah menerima vaksinasi booster. Untuk capaian vaksinasi booster bagi SDM kesehatan, Dinkes mencatat sekitar 14.003 tenaga kesehatan telah divaksinasi dosis ketiga atau 113% dari target 12.342 orang. "Untuk booster bagi masyarakat umum rencananya digelar 2022. Masyarakat bebas memilih, boleh ikut booster boleh tidak," kata Novita.