Advertisement
Pelaku Pengeroyokan Pemuda Kalasan hingga Meninggal Diringkus Polisi
Ilustrasi penganiayaan. - Pixabay
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN--Polisi mengamankan salah satu penganiaya pria di Kapanewon Kalasan hingga menyebabkan korbannya meninggal pada Rabu (1/12) malam lalu. Diduga pelaku tidak sendiri, tapi mengeroyok korban secara bersama-sama.
Kapolres Sleman, AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyo, menjelaskan pelaku yang diamankan yakni HY, laki-laki 26 tahun. HY diduga merupakan pelaku utama dalam peristiwa tersebut. “HY ini merupakan pelaku utama. Untuk tersangka lainnya dalam pencarian,” ujarnya, Sabtu (4/12).
Advertisement
Berdasarkan pemeriksaan polisi, dalam kasus penganiayaan ini setidaknya ada lima pelaku yang terlibat. Selain mengamankan HY, polisi juga menyita motor dan baju HY sebagai barang bukti. Atas perbuatannya, para pelaku terancam pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.
Seperti diketahui, korban, D, laki-laki 27 tahun warga Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, ditemukan tak berdaya dengan kondisi penuh luka di sekitar wajah pada Rabu (1/12) sekira pukul 22.30 WIB, di wilayah Kalurahan Tirtomartani, Kapanewon Kalasan.
Kanit Reskrim Polsek Kalasan, Iptu Sri Pujo, menuturkan kronologi kejadian peristiwa tersebut ketika malam itu warga di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) mendengar suara teriakan beberapa kali. Setelah teriakan berhenti, warga yang mendengar pun mencoba mendatangi lokasi untuk memastikan apa yang terjadi.
Sesampainya di TKP, warga mendapati korban sudah tak berdaya dalam kondisi luka di bagian wajah dan hidung. Para warga pun langsung membawa korban ke rumah sakit Bhayangkara untuk mendapat perawatan. Sayangnya nyawa korban tak tertolong.
Korban dinyatakan meninggal pada Kamis (2/12) pukul 05.15 WIB. “Korban mengalami luka pada bagian wajah dan hidung. Untuk keseluruhan belum diketahui,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Keluarga Kopilot Smart Air Desak Evaluasi Keamanan Bandara Korowai
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- Ruang Kolaboratif Baru GIK UGM, Jadi Simpul Ide dan Inovasi Mahasiswa
- Batas Waktu 31 Maret Makin Dekat, 27 Lurah Gunungkidul Wajib Isi LHKPN
- BBPOM Temukan Makanan Berformalin di Pasar Sleman
- Budidaya Maggot Tegalrejo, Solusi Sampah Organik
- Pembebasan Lahan Tol Jogja-YIA di Kulonprogo Baru 386 Bidang
Advertisement
Advertisement







