Bertambah 14 Kasus, Siswa Positif Covid-19 saat PTM Jadi 40 Anak

Ilustrasi. - Freepik
06 Desember 2021 12:57 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, UMBULHARJO -Kasus Covid-19 di lingkungan sekolah saat pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Jogja terus bertambah. Penambahan terakhir terjadi di satu sekolah dengan jumlah 14 kasus. Menurut Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, dengan penambahan ini, total kasus positif peserta didik berjumlah 40 anak.

Jumlah ini tersebar di berbagai tingkatan yaitu SD, SMP, dan SMA. Heroe belum merinci berapa sekolah dan di mana saja persebaran kasusnya. "Ada tambahan kasus, dari satu sekolah ada 14 kasus positif Covid-19. Hari ini kami lakukan tracing sekelasnya," kata Heroe di Kompleks Balai Kota Jogja, Senin (6/12/2021.

BACA JUGA : Buntut Klaster Sekolah, Pemkab Kulonprogo Bakal Kurangi 

Sejauh ini belum ada informasi terkait asal muasal penularan. Dari upaya tracing peserta didik yang positif Covid-19 baik teman sekelas maupun keluarga, hasilnya semua negatif. Seluruh kasus ini juga tergolong tanpa gejala.

"Sedang kami petakan, apakah kasus ini berada di wilayah tertentu atau tidak, selama ini teman sekelas enggak kena, keluarga juga enggak kena," kata Heroe yang juga Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja.

"Tidak ada pula klaster, penularan masih tingkat pertama, dan belum menularkan lagi."

Menurut Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Jogja, Budi Santosa Asrori, sekolah yang memiliki kasus positif Covid-19 akan dihentikan PTM-nya. "Akan dihentikan PTM-nya selama lima hari, untuk keperluan tracing," katanya.

Meski sudah ada puluhan peserta didik yang Covid-19, belum ditemukan kasus positif pada guru. Saat ini Pemerintah Kota Jogja masih melakukan skrining pada sekolah-sekolah. Waktu skrining disesuaikan dengan kegiatan masing-masing sekolah. Pada tahap pertama sampai 30 November lalu, ada 17 sekolah yang diskrining. Sekarang sudah masuk pada tahap kedua.

BACA JUGA : Buntut Meluasnya Klaster Covid-19, Seluruh Sekolah Tatap

Heroe mengingatkan warganya untuk tetap menjaga protokol kesehatan. Terutama dengan adanya penemuan-penemuan kasus ini. "Meski sudah vaksin dan enggak ada gejala, masih ada sebaran di lingkungan kita.

Meski tidak berdampak serius dalam kesehatan, nyatanya masih ada virus yang beredar, catatannya itu," katanya.