Siap-Siap Mendekam di Penjara, Siskaeee Terancam hingga 12 Tahun Penjara

Tangkapan layar ekshibisionisme di Bandara YIA Kulonprogo. - Twitter
07 Desember 2021 17:17 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Tersangka pamer alat kelamin di Yogyakarta International Airport (YIA) terancam hukuman hingga 12 tahun penjara atas aksi ekshibisionisme yang dilakukannya.

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yulianto mengatakan, polisi mendapati ada sebanyak 2.000-an file video dan 3.700-an file foto yang tersimpan pada handphone tersangka (dengan ukuran kurang lebih 150 GB). Selain itu terdapat pula sekitar 600 GB data file foto maupun video yang tersimpan di hardisk tersangka.

"Adapun, pendapatan kotor tersangka selama memiliki akun konten berbayar sejak 2 Maret 2020 hingga 6 Desember 2021 yakni sejumlah USD 154.013.73 atau setara dengan lebih dari Rp2,19 miliar. Sementara untuk pendapatan bersihnya yakni sejumlah USD 123.205.30 atau setara dengan lebih dari Rp1,75 miliar," jelasnya, Selasa (7/12/2021).

BACA JUGA: Heboh Aksi Pamer Payudara di YIA, Video Diduga Diproduksi sebelum Oktober 2020

FCN dijerat dengan Pasal 29 Jo. pasal 4 ayat (1) dan/atau pasal 30 Jo. pasal 4 ayat (2) Undang-undang No. 44/2008 tentang Pornografi dengan ancaman pidana maksimal enam tahun dan denda satu miliar dan atau pasal 45 ayat (1) Jo pasal 27 ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang No. 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun dan denda maksimal Rp6 miliar.

Polda DIY juga mengungkap motif Siskaeee atau FCN 23 tahun tersangka pemeran video tak senonoh di Bandara YIA beberapa waktu lalu yang kerap melakukan aksi ekshibisionisme di tempat publik dan mempertontonkan aksinya ke orang yang tak dikenal. Dia kerap melakukan aksi itu karena didorong oleh hasrat kepuasaan seksual.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda DIY, AKBP Roberto Pasaribu mengatakan, berdasarkan pemeriksaan psikologis FCN kerap memamerkan organ intimnya ke orang lain dan ditargetkan pada orang yang tak dikenal serta di tempat-tempat publik. Secara pribadi dia berkeinginan kuat agar seseorang melihat atau menonton aksinya.

"Perilakunya sering impulsive dan kompulsif, di mana saat yang sama ia merasa gembira, takut, gelisah dan mendapatkan kepuasan dengan memamerkan kelamin atau bagian tubuh yang lain," kata Roberto, Selasa (7/12/2021).

Roberto menyebut, motif tersangka melakukan aksi ekshibisionisme dipicu untuk memenuhi kepuasan seksual dan juga untuk mendapatkan penghasilan. Ia telah melakukan kegiatan tersebut seperti merekam, memposting foto atau video pornografi sejak 2017 lalu sampai pada saat ini.

"Ada tujuh situs yang digunakan FCN untuk memposting setiap konten yang dibuatnya, diantaranya ada yang sudah dibanned dan masih ada beberapa yang bisa diakses serta mendapatkan bayaran," katanya.

Rata-rata penghasilan FCN yang didapatkan setiap bulannya dari konten tersebut yakni sebanyak Rp15 juta sampai dengan Rp20 juta. Keuntungan tersebut diperolehnya dari akun onlyfans untuk tiap subcriber atau member adalah sebesar 5 dollar dan penghasilan tersebut bisa di-withdraw ketika mendapatkan akumulasi sebesar 500 dollar.