Rusak, Lampu Penerang Jalan di Wonosari Mulai Diperbaiki

Ilustrasi - Freepik
11 Desember 2021 12:07 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang rusak di Jalan Jogja Wonosari, Gunungkidul mulai diperbaiki.

Kepala Bidang (Kabid) LPJU Dinas Perhubungan (Dishup) Kabupaten Gunungkidul Elly Siswanto menjelaskan kerusakan LPJU terbanyak didominasi gangguan pada photocell, lampu putus, dan piting berkerak karena jadi sarang serangga.

Elly mengatakan LPJU diperbaiki mulai Rabu (8/12/2021) lalu. “Perbaikan LPJU ini dilakukan secara bertahap, pertimbangannya anggaran dan kewenangannya. Untuk yang ini anggaran perbaikan dilakukan secara bertahap dari Provinsi,” kata Elly, Jumat (10/12/2021).

Dia mengatakan dalam pengaturan lalu lintas selama perbaikan, tidak terjadi kendala berarti. Ia mengatakan tidak dilakukan penutupan jalan selama perbaikan. “Tidak mengganggu arus lalu lintas selama perbaikan. Kami hanya memasang rambu pembatas jalan berbentuk kerucut,” ujarnya.

Elly mengatakan jawatannya juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak lain. Baik dengan Pemda DIY, maupun dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dalam hal ini Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) di Semarang, Jawa Tengah.

“Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, agar lampu penerangan jalan umum berfungsi sebagaimana mestinya,” ucapnya.

Dia juga mengungkapkan belum lama ini jawatannya melakukan pemasangan meteran listrik LPJU. Selain pendataan aset sekaligus mengontrol biaya tagihan listrik bulanan. Ada penurunan tagihan hingga mencapai Rp60 juta setiap bulan setelah dipasang meteran.

"Program meterisasi ini dijalankan sejak 2020 dengan jumlah pemasangan meteran listrik sebanyak 70 lokasi. Tahun ini target 300 titik. Adanya meteran ini lebih terpantau," kata Elly.

Plt Dishub Gunungkidul, Wahyu Nugroho  tidak menampik, LPJU jalan Wonosari-Jogja banyak yang mati, jumlahnya puluhan. “Setiap ada kerusakan langsung kami usahakan ditangani. Namun karena pemeliharaan terbentur anggaran, perbaikan dilakukan secara bertahap. Kami menggunakan jaringan listrik, bukan tenaga surya karena mahal komponennya,” kata Wahyu.