SMK Pusat Keunggulan Harus Sinergi dengan Usaha & Industri

Kepala Sekolah SMK N 1 Kokap, Caecilia Luppi Satesti, saat memberikan sambutan ata acara best practice yang digelar pada Senin (13/12/2021). Harian Jogja - Hafit Yudi Suprobo
14 Desember 2021 08:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KOKAP--Sebagai tindak lanjut ditetapkannya SMK Negeri 1 Kokap sebagai sebagai SMK Pusat Keunggulan, sejumlah program diinisiasi untuk mendorong siswa agar mampu bersaing di dunia kerja maupun siap untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.

Kepala Sekolah SMK N 1 Kokap, Caecilia Luppi Satesti, mengatakan sekolahnya dipilih sebagai SMK Pusat Keunggulan melalui keputusan Dirjen Vokasi Kemendikbud nomor 22/D/O/2021 tentang SMK Pelaksana Program SMK Pusat Keunggulan tahun 2021 tahap satu yang berlaku dengan jangka waktu tiga tahun.

"Hari ini kita menggelar sharing best practice. Sejumlah agenda dilakukan oleh sekolah untuk menciptakan visi dan misi SMK PK. Kegiatan ini sudah dilakukan sejak September 2021. Kami tidak akan berhenti dan sampai di sini saja. Kami sebelumnya juga telah dikukuhkan menjadi sekolah Center of Excellence (CoE) di tahun 2020 lalu," kata Caecilia pada Senin (13/12/2021).

Program sekolah guna mendukung terciptanya visi dan misi SMK PK di antaranya adalah program pengembangan karakter dan penguatan budaya kerja berbasis profil pelajar Pancasila. Terlebih, program pengembangan platform teknologi seperti digital marketing dan digitalisasi modul ajar juga menjadi perhatian SMK Negeri 1 Kokap.

"Orientasi kita itu agar siswa mampu diterima di industri ya. Semua siswa kami harus mempunyai kompetensi agar diterima di sejumlah lini industri. Kita juga fokus membuat siswa agar siap untuk BMW ya artinya bekerja, melanjutkan (pendidikan sekolah yang lebih tinggi) dan wirausaha," terang Caecilia.

SMK Pusat Keunggulan sendiri merupakan program pengembangan dengan kompetensi keahlian tertentu dalam peningkatan kualitas dan kinerja, yang diperkuat melalui kemitraan dan penyelarasan dengan dunia usaha, dunia industri, dunia kerja. Harapannya menjadi SMK rujukan yang dapat berfungsi sebagai sekolah penggerak dan pusat peningkatan kualitas dan kinerja SMK lainnya.

"Selain itu, ada program pendampingan yang dirancang untuk membantu SMK PK dalam pencapaian output. Pelaksana pendampingan dilakukan oleh perguruan tinggi yang telah memenuhi kriteria," papar Caecilia.

SMK Negeri 1 Kokap yang mempunyai total siswa sebanyak 449 dan mempunyai lima jurusan yakni perhotelan, kriya rotan dan kayu, kriya tekstil dan batik, akutansi, dan Desain Komunikasi Visual (DKV) juga mayoritas siswanya produktif. Banyak siswa telah bekerja walaupun di saat yang bersamaan mereka harus mengemban pendidikan.

"Kebanyakan orang tua mereka [siswa] punya bisnis industri mebel rumahan. Banyak anak-anak yang lulus dan bekerja di industri yang ada di sekitar Kokap ya seperti mebel, batik, dan pembuatan gula. Banyak juga siswa kami yang telah berwirausaha meskipun masih harus sekolah. Kokap ini kan memang penghasil kayu ya," ungkap Caecilia.

Kasi Pelayanan Balai Dikmen Kulonprogo Suharyanto mengatakan upaya yang telah dilakukan oleh SMK Negeri 1 Kokap dalam merealisasikan visi dan misi SMK PK patut diapresiasi. Sejumlah program yang telah dijalankan oleh sekolah dinilai sudah sesuai dengan revolusi industri yang terus berkembang.

"Kami mengapresiasi apa yang sudah dilakukan. SMK Negeri 1 Kokap. Revolusi industri mengharuskan untuk bisa bergerak cepat dan mengatasi setiap permasalahan. Diharapkan, dengan adanya program ini siswa menjadi siap untuk memasuki dunia industri," terang Suharyanto.