Tangkap 8 Pelaku Klithih, Polres Bantul Sita Replika Senjata Api

Kapolres Bantul AKBP Ihsan (tengah) saat menunjukan barang bukti hasil kejahatan jalanan serta barang bukti kasus pelanggaran hukum lainnya selama dua pekan terakhir, di Mapolres Bantul, Kamis (16/12/2021). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
16 Desember 2021 17:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Polres Bantul kembali mengungkap kasus kejahatan jalanan atau klithih. Delapan orang ditangkap dalam kurun dua pekan terakhir. Dua di antara mereka adalah pelaku pembacokan di Kapanewon Pundong.

Keduanya berinisial APR alias Kate, 21 dan At alias Tekum, 20. Keduanya warga Pundong. Sementara enam pelaku lainnya diamankan dari beberapa lokasi di wilayah Bantul

BACA JUGA: Telentang di Jalan, ODGJ Gunungkidul Tertabrak Motor Hingga Leher Putus

“Pelaku delapan orang sudah kami tahan semua. Tidak ada yang dipulangkan, sejak awal kami tegas pada pelaku kejahatan jalanan, karena sangat meresahkan masyarakat,” kata Kapolres Bantul, AKBP Ihsan, dalam jumpa pers di Mapolres Bantul, Kamis (16/12).

Dari tangan para terduga pelaku polisi menyita 11 jenis senjata tajam, seperti celurit, gir, replika senjata api yang dibuat korek api. Kasus pembacoka yang terjadi di Pundong, kata Ihsan, terungkap berdasarkan pantauan CCTV atau kamera pengintai di jalan serta keterangan saksi-saksi.

Satu orang bahkan sempat melarikan diri ke Bogor, tetapi tertangkap pada Sabtu, pekan lalu, “Satu pelaku sempat lari ke Bogor kemudian kami kerjar dan tangkap kemudian di bawa ke sini [Bantul],” ujar Ihsan.

Menurut Ihsan kasus tersebut terjadi pada 23 November lalu. Petugas patroli malam mendapatkan informasi pembacokan dan pengeroyokan di Pundong yang menyebabkan korban mengalami luka di beberapa bagian tubuh kemudian dibawa ke rumah sakit. Dari laporan tersebut polisi kemudian melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi.

Polisi juga mendapati petunjuk dari CCTV yang mengarah pada dua pelaku. Kemudian polisi mendatangi rumah pelaku di Pundong. Namun salah satu pelaku, yakni AT melarikan diri ke Bogor. Kapolres meminta jajaran Reskrim untuk menangkap AT di Bogor, “Kemudian kami bawa ke Bantul,” tegas Ihsan.

Korban pembacokan dan penganiayaan yang terjadi di Pundong  adalah seorang siswa SMK Negeri 1 Pundong, Wawan Setiawan, 16. Siswa kelas XII warga Padukuhan Nangsri, Kalurahan Srihardono, Kapanewon Pundong itu menjadi korban kejahatan jalanan pada Selasa (23/12/2021) dini hari, sekitar pukul 00.30 WIB.

Pembacokan itu terjadi ketika korban mengendarai sepeda motor seorang diri dari arah utara ke selatan berniat pulang. Sesampainya di jalan Parangtritis, tepat di Padukuhan Candi Srihardono, korban berpapasan dengan empat orang remaja menunggangi dua sepeda motor matik masing masing Honda Scoopy dan Beat.

Namun tanpa diduga empat orang misterius yang mengenakan helm dan masker tiba-tiba balik arah mengejar korban. Korban yang ketakutan itu lantas masuk ke arah kampung jalan Padukuhan Candi untuk menyelamatkan diri. Namun, dia terjatuh dari motornya.

Seketika itu pula dua orang pembonceng yang menenteng celurit, turun dari sepeda motor lalu membacok korban. Setelah itu pelaku melarikan diri. Korban yang kala itu bersimbah darah, masih sempat mengendarai sepeda sampai rumahnya. Setibanya di rumah, korban pingsan hingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit.

BACA JUGA: Omicron Masuk Indonesia, Sultan Perintahkan Jajarannya di DIY Bersiap

Tersangka AT yang melarikan diri ke Bogor mengakui perbuatannya. Ia membacok korban dengan golok dan memukulnya menggunakn korek api yang menyerupai senpi.

AT mengklaim terpaksa mengeroyok korban karena ditantang terlebih dahulu oleh korban, “Saya kenal korban, janjian ditantang dan mengiyakan. Jadi sudah ada kesepakatan,” klaim AT.

Sebelum terjadi pembacokan, kata AT, ia bersama korban sempat berkelahi. Perkelahian itu dinilainya tidak imbang karena dari pihaknya hanya empat motor sementara dari korban sebanyak 15 motor. “Jadi kami dendan, sudah ada kesekapatan untuk bertemu,” ungkap AT.