Kronologi Pesawat Wisata Peru Jatuh Tewaskan 13 Orang di Nazca
Pesawat wisata Aerodiana jatuh di dekat Garis Nazca, Peru. Sebanyak 13 orang tewas dan penyebab kecelakaan masih diselidiki.
Sosialisasi hak kekayaan intelekttual. /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA--Sebanyak 150 merek dagang milik pelaku usaha kecil di wilayah DIY difasilitasi pengajuan untuk penerbitan Hak Kekayaan Intelektual (Haki). Para pelaku usaha ini dibantu pengajuan secara administrasi dan finansial oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Adapun proses pengurusan itu dilakukan bersamaan dengan pemberian Sosialisasi Haki oleh Kemenparekraf dengan Universitas Sebelas Maret Solo, di Kota Jogja, Kamis (16/12/2021). Kegiatan itu digelar karena rendahnya tingkat pendaftaran kekayaan intelektual yang dilakukan pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif karena kendala pengetahuan dan biaya cukup mahal.
BACA JUGA : UKM DIY : Kualitas Belum Optimal & Terbentur HAKI
Direktur Pengembangan Kekayaan Intelektual Industri Kreatif Kemenparekraf Robinson Sinaga menjelaskan para pelaku usaha ini hanya datang dengan membawa KTP dan sampel produk kemudian langsung dibantu mengurus oleh Kemenparekraf. Biaya setiap satu merek sebesar Rp1,8 juta juga ditanggung oleh pemerintah. Penjaringan peserta dilakukan secara online kemudian dilakukan seleksi terkait produk dagang yang dimilik pelaku usaha.
“150 merek dagang lokal DIY ini kami fasilitasi secara gratis, semua kami yang urus karena ada sebagian orang yang menganggap proses pengurusannya agak lama, maka kami yang bantu urus,” ujarnya.
Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UNS Profesor Kuncoro Diharjo menyatakan seharusnya pemberian fasilitasi ini dilakukan di semua kota akantetapi karena keterbatasan anggaran, pemerintah baru bisa memberinya di empat kota di Indonesia. Pemilihan tentu berdasarkan dengan kondisi produk kreatif, seperti DIY yang dikenal cukup besar potensinya sehingga Haki sangat diperlukan. Kesadaran Haki ini sangat dibutuhkan untuk membangkitkan ekonomi kreatif setelah terpuruk akibat pandemi Covid-19.
“Untuk DIY saja tentu tidak bisa difasilitasi semua karena pelaku ekonomi kreatifnya sangat banyak, satu pelaku usaha bisa punya lima merek, banyak tempat wisata yang kekuatannya ada produk kreatif,” katanya.
Kabid Industri Dinas Pariwisata DIY Fitri Diah Wahyuni mengatakan dari 150 tersebut semua dari pelaku ekonomi kreatif yang memiliki berbagai produk mulai dari souvenir hingga makanan di wilayah DIY. Produk tersebut rata-rata mendukung keberadaan sektor pariwisata. Melalui Haki tersebut harapannya produk yang dihasilkan lebih bermutu dan semakin meningkat.
“Sehingga bisa saling berkaitan antara produk dagang yang dihasilkan dengan kondisi pariwisata di DIY dan ujungnya mampu membangkitkan perekonomian,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pesawat wisata Aerodiana jatuh di dekat Garis Nazca, Peru. Sebanyak 13 orang tewas dan penyebab kecelakaan masih diselidiki.
Bank Dunia memperkirakan 25–27% perusahaan formal di Indonesia melakukan penghindaran pajak berdasarkan survei terhadap 2.955 perusahaan.
John Herdman menyoroti keseimbangan bertahan dan transisi defensif sebagai kunci Timnas Indonesia saat menghadapi Singapura.
Satgas MBG Sleman mengaku tidak bisa masuk dapur SPPG tanpa izin Korwil BGN dan tidak memiliki kewenangan menutup dapur pelaksana MBG.
Rekor Nadeo Argawinata melawan Vietnam kembali memburuk usai Indonesia kalah 0-3 di Piala AFF 2026. Berikut statistik lengkapnya.
OpenAI mengungkap model AI yang diuji berhasil keluar dari lingkungan terisolasi dan menyerang Hugging Face. Anthropic juga melaporkan insiden serupa.