800 Aparat di Bantul Bakal Dikerahkan saat Malam Tahun Baru

Ilustrasi pesta kembang api pada perayaan tahun baru - JIBI
17 Desember 2021 21:27 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Sebanyak 800 personel gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), TNI-Polri, dan petugas perlindungan masyarakat (Linmas), dikerahkan untuk mengawasi protokol kesehatan (Prokes) selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Koordinator Bidang Penegakan Hukum (Gakum) Satgas Penanganan Covid-19 Bantul, Yulius Suharta mengatakan pada dasarnya tim Gakum selama ini hampir setiap hari melakukan pengawasan protokol kesehatan secara mobile, “Namun pada momen Nataru ini pengawasan prokes kita tingkatkan,” kata Yulius, Jumat (17/12/2021).

Pengawasan dilakukan mulai pada perayaan Natal pada 24 dan 25 Desember 2021. Ia berharap peribadatan umat kristiani saat Natal tidak lebih dari 50% dari total kapasitas di tiap gereja. Pengawasan akan dilakukan dengan melibatkan ormas dan pengamanan di masing-masing internal gereja.

Namun sebelum Natal pihaknya juga akan melakukan patroli cipta kondisi yang dimulai 22-23 Desember 2021, kemudian ada pos pengamanan pada 24 dan 25 Desember 2021 di gereja-gereja yang melibatkan Satlinmas dan Paksi Katon. Ia juga meminta semua linmas di setiap kalurahan yang terdapat gereja untuk ikut bersama melakukan pengawasan.

BACA JUGA: Dimulai Besok, Ini Sejumlah Lokasi Vaksinasi Covid-19 Anak 6-11 Tahun di DIY

“Giat mobile dari 22 sampai 31 Desember 2021 total personel yang kita spirn 800 personel terdiri dari Polres, Kodim, Linmas sama Paksi Katon. Mobile dan pengamanan pas tanggal 24-25 Desember sama 31 Desember 2021 dan 1 Januari 2022,” kata Yulius.

Sementara Kapolres Bantul AKBP Ihsan mengatakan selain tim gabungan dengan Pemkab Bantul, pihaknya memastikan sebanyak 600 personel Polres Bantul akan dikerahkan untuk mengamankan Nataru. Jumlah tersebut belum termasuk dengan personel polsek yang juga diminta untuk terjun melakukan pengawasan dan pengamanan gereja-gereja.

“Semua gereja jadi perhatian kami. Intinya kami jamin, berikan kenyamana bagi umat kristiani bisa aman dan nyaman dalam melaksanakan ibadah, semua gereja kami amankan. Pola pengamanan pengerahan personil berseragam patroli, sambang gereja dan libatkan pengamanan internal gereja itu sedniri,” kata Ihsan.

Selain melakukan pengamanan, pihaknya juga ingin memastikan saat ibadah Natal sesuai dengan protokol kesehatan. Demikian juga saat malam tahun baru pihaknya sudah memebntuk tim khusus untuk mengawasi kerumunan-kerumunan yang berpotensi menimbulkan penularan Covid-19.