Duit Rp30,2 Miliar Digelontorkan untuk Proyek Padat Karya di Bantul

Masyarakat yang tergabung dalam program padat karya mulai menggarap talut jalan di Pelemwulung, Kalurahan Banguntapan, Kapanewon Banguntapan. - Istimewa/Kelompok Padat Karya Pelemwulung
28 Desember 2021 18:47 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) kembali menganggarkan program padat karya di tahun depan. Total anggaran untuk program padat karya tersebut Rp30,2 miliar.

Kepala Disnakertrans Bantul, Istirul Widilastuti mengatakan anggaran Rp30,2 miliar untuk program padat karya itu terbagi dalam APBD Bantul dan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari APBD DIY. Khusus dari APBD Bantul Rp9,4 miliar yang diperuntukan di 94 titik atau paket atau lokasi, “Masing-masing titik Rp100 juta,” kata Istirul, saat dihubungi Selasa (28/12/2021).

Sementara dari BKK Pemda DIY sebesar Rp20,6 miliar yang diperuntukan di 116 titik dengan anggaran per titik Rp180 juta. Istirul mengatakan rencana pelaksnaaan akan dimulai awal tahun yang diawali dari proses verifikasi, identifikasi lokasi, rencana anggaran biaya (RAB), kemudian lelang untuk pengadaan materialnya.

“Setelah lelang baru pengerjaan fisiknya,” ucap Istirul.

BACA JUGA: Tak Punya Duit, 2 Remaja di Bantul Nekat Curi Kambing

Menurutnya program padat karya berasal dari pengajuan proposal dari masyarakat yang kemudian diverifikasi sesuai kebutuhan yang mendesak. Sebagian besar paket padat karya tersebut adalah pengerjaan jalan corblok, talut, dan jembatan lingkungan. Sementara proses pengerjaannya dilakukan selama 21 hari kalender.

Lebih lanjut Istirul mengatakan instansinya sengaja menganggarkan kembali program padat karya karena program tersebut merupakan salah satu program yang dapat membantu masyarakat dari sisi serapan tenaga kerja karena semuanya dikerjakan oleh masyarakat atau bukan pemborong sehingga masyarakat mendapatkan penghasilan.

Selain itu masyarakat juga mendapatkan hasil dari pembangunan infrastrukturnya,“Terlebih di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini banyak masyarakat yang terkena pemutusan hubungan kerja [PHK] dan putus kontrak kerja sehingga program padat karya sangat membantu masyarakat,” ujar Istirul.

Sementara, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul, Sugeng Sudaryanta menyatakan program padat karya perlu terus digenjot di tahun depan karena program tersebut menjadi salah satu solusi bagi masyarakat untuk menambah penghasilan di tengah panemi Covid-19.

Sugeng mengatakan padat karya program nyata bagi masyarakat yang mungkin kurang pendapatan atau bahkan mungkin tidak ada pekerjaan karena dampak pandemi Covid-19. Karena padat karya adalah masyarakat langsung yang mengerjakan, “Ada dua keuntungan dengan program padat karya, yakni infrastrukturnya terbangun dan masyarakatnya juga mendapat bayaran,” kata Sugeng.

Karena itulah pihaknya mengawal program padat karya tetap dilaksanakan tahun depan oleh Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Disnakertrans. Selain dari Pemkab, anggota Komisi D yang membidangi tenaga kerja, pendidikan, dan kesehatan ini juga tidak segan mengalokasikan dana aspirasinya untuk padat karya, seperti pembuatan cor blok, talut, dan bangket, serta saluran irigasi.