Advertisement

Kulonprogo Gencarkan Penanaman Buah-buahan

Hafit Yudi Suprobo
Selasa, 28 Desember 2021 - 21:47 WIB
Bhekti Suryani
Kulonprogo Gencarkan Penanaman Buah-buahan Bupati Kulonprogo Sutedjo saat pencanangan Gerakan Tanam Buah Tahun 2021 yang berlangsung di Agroeduwisata Krisan, Kalurahan Gerbosari, Kapanewon Samigaluh, Selasa (28/12/2021)/Harian Jogja - Hafit Yudi Suprobo

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO--Gerakan tanam buah di Kulonprogo menjadi cara Pemkab untuk mendorong meningkatnya komoditas buah-buahan. Sejumlah kelompok tani maupun kelompok wanita tani digandeng untuk mengembangkan agroeduwisata di Bumi Binangun.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Muhammad Aris Nugroho, mengatakan Kulonprogo saat ini mempunyai komoditas buah unggulan antara lain durian dengan luas tanam pada 2020 seluas 1.891 hektare dengan produksi sebanyak 4.847 ton.

Advertisement

"Sementara itu, kelengkeng seluas 168 hektare dengan produksi 128 ton. Manggis seluas 557 hektare dengan produksi 2.392 ton. Komoditas tersebut dikembangkan dengan menyesuaikan potensi agroklimat wilayah setempat. Di Gerbosari ini pencanangan dilakukan oleh Bupati namun di 11 kapanewon yang lain saat in pun sedang dilakukan hal yang sama, karena Gertam Buah ini dilakukan secara serentak," kata Aris saat pencanangan Gerakan Tanam Buah Tahun 2021 yang berlangsung di Agroeduwisata Krisan, kalurahan Gerbosari, Kapanewon Samigaluh, Selasa (28/12/2021).

Dikatakan Aris, gerakan tanam buah tahun 2021 sendiri melibatkan 204 Kelompok Tani, Kelompok Wanita Tani (KWT), Kelompok Tani Hutan, dengan jumlah tanaman sebanyak 242.520 batang untuk 799 hektar.

Terkait dengan bibit, dukungan berasal dari Kementerian Pertanian melalui Satker Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan kegiatan Rehabilitasi DAS bekerjasama dengan perusahaan tambang di kawasan kehutanan antara lain PT Bharinto Ekatama, PT Pertamina Geothermal Energy dan PT Bukit Asam.

"Kulonprogo tetap berkomitmen untuk mewujudkan pembangunan pertanian yang dilaksanakan secara berkelanjutan dan terpadu dengan sektor lain, sehingga akan lebih memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Salah satunya komitmen adalah dengan gerakan tanam buah," sambung Aris.

"Dengan pertimbangan karena mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, dan pemasaran yang mudah, diharapkan mampu menjadikan Kulonprogo sentra buah-buahan, selain itu tanaman buah juga bisa berfungsi sebagai tanaman konservasi untuk pelestarian lingkungan hidup," kata Aris.

Ditambahkan Aris, potensi sumber daya alam untuk pengembangan buah di Kulonprogo juga masih sangat luas, membentang sepanjang perbukitan Menoreh sampai di kawasan pantai, sehingga akan terus dikembangkan, baik melalui fasilitasi pemerintah melalui dana APBD, APBN, CSR BUMN dan BUMD dan dari pihak swasta.

BACA JUGA: Dosen Kampus Negeri Dipenjara karena Buat Perjanjian Sewa Tanah Kas Desa Palsu

Advertisement

Sementara itu, Bupati Kulonprogo, Sutedjo, berharap semangat dari masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani untuk budidaya komoditas buah perlu didorong. Selain untuk keberhasilan budidaya tanaman, juga harus didampingi dari aspek penanganan pasca panen dan pengolahan hasil, serta pemasaran hasilnya.

"Dengan Gerakan Tanam buah ini, kami mengharapkan nanti empat sampai dengan lima tahun mendatang Kulonprogo akan menjadi salah satu sentra produksi buah terbesar di DIY, bahkan di Indonesia," kata Sutedjo.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement