Advertisement

Harga Minyak Goreng di Sleman Masih Mahal

Bernadheta Dian Saraswati
Senin, 03 Januari 2022 - 16:17 WIB
Bhekti Suryani
Harga Minyak Goreng di Sleman Masih Mahal Pemantauan harga sejumlah bahan pokok dan sejumlah komoditas lain di Pasar tradisional di DIY. - Harian Jogja/Desi Suryanto

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN-Harga minyak goreng di pasaran masih tinggi. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman bahkan menyebut kenaikan harga kali ini sudah melebihi angka psikologis kebutuhan masyarakat.

Harga rata-rata minyak goreng di delapan pasar besar di Kabupaten Sleman mencapai Rp20.000 per liter, Senin (3/1/2022). Sementara untuk minyak kemasan 2 liter mencapai Rp40.000 dan minyak curah Rp18.700 per liter. Delapan pasar besar tersebut adalah Pasar Prambanan, Pakem, Gamping, Sleman, Godean, Tempel, Gentan, dan Pasar Cebongan.

Selain di delapan pasar tersebut, tingginya harga minyak goreng juga masih terjadi di Pasar Jangkang, Widodomartani, Ngemplak. Agustina, pedagang di pasar tersebut menjual minyak kemasan 1 liter seharga Rp20.000, dari biasanya hanya kisaran Rp12.000.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Meski harga tinggi, permintaan minyak goreng masih terus terjadi. “Harganya naik tapi permintaannya enggak turun. Masih sama soalnya setiap orang butuh minyak goreng kan. Kalau telur mahal, kan masih bisa digantikan lauk yang lainnya,” kata dia, Senin.

BACA JUGA: Hospitalisasi karena Omicron Rendah, Ini Penyebabnya

Kepala Bidang Usaha Perdagangan Disperindag Sleman, Kurnia Hastuti mengatakan kenaikan harga yang terlampau tinggi kali ini memang tidak seperti biasanya. Kenaikannya sudah melebihi angka 30% dari harga normal. “Kenaikannya [minyak goreng] sudah tiga bulan dan satu bulan ini cukup tinggi. Kami menyebutnya [kenaikan harganya] sudah melebihi angka psikologis kebutuhan masyarakat kalau sudah melebihi 30 persen seperti ini,” jelas Nia.

Ia mengakui Pemerintah Daerah tidak bisa berbuat banyak untuk urusan minyak goreng ini karena penyebab kenaikannya sudah skala internasional, yakni turunnya produksi minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di sejumlah negara pemasok pada akhir tahun.

Menurutnya penyelesaikan masalah ini butuh intervensi dari Pemerintah Pusat. “Butuh regulasi yang tidak bisa diselesaikan Pemda,” lanjut Nia. Pemda, lanjut dia, hanya mampu memastikan stok dan distribusinya aman baik di level distributor, pasar, maupun toko sembako.

Pada November 2021 lalu sudah dilakukan operasi pasar di Prambanan untuk membantu mengatasi tingginya harga minyak goreng ini. Operasi pasar yang digelar Disperindag Sleman bekerja sama dengan Disperindag DIY, perusahaan kemasan serta paguyuban ritel Sleman ini menyediakan 400 liter minyak goreng seharga Rp14.000 per liter.

Advertisement

"[Operasi pasar minyak] Langsung ludes. Sekarang [operasi pasar] sedang dievaluasi. Harapan kami berlanjut karena antusias masyarakat tinggi,” tegas Nia.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Pengunjung FKY Tembus 39.000 Orang

Pengunjung FKY Tembus 39.000 Orang

Jogjapolitan | 47 minutes ago

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

KPK: Hakim Agung Sudradjad Bermain di Banyak Perkara

News
| Minggu, 25 September 2022, 19:27 WIB

Advertisement

alt

Ada Paket Wisata ke Segitiga Bermuda, Uang 100% Kembali Jika Wisatawan Hilang

Wisata
| Minggu, 25 September 2022, 11:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement