Pemkab Bantul Ogah Buka Penuh Sekolah Sebelum Ada Kepastian dari Epidemiolog

Ilustrasi. - Antarafoto
05 Januari 2022 16:47 WIB Newswire Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, masih menunggu hasil kajian epidemiologi dari ahli kesehatan untuk mengizinkan sekolah melaksanakan pembelajaran tatap muka secara penuh atau 100 persen, guna memastikan keamanan dari penyebaran COVID-19.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih di Bantul, Rabu (5/1/2022), mengatakan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY dan Pemkab Bantul sudah mulai membuka pembelajaran tatap muka (PTM) secara bertahap menyusul cakupan vaksinasi COVID-19 yang sudah memenuhi syarat untuk belajar luar jaringan itu.

"Nanti akan kita lihat keamanan sekolah-sekolah yang ada di Bantul, kalau misalnya di situ sekitar sekolah pernah ada kluster tertentu, ya, nanti dulu. Makanya kita akan lihat dulu, kan ada kajiannya, kajian epidemiologi," katanya

Menurut dia, kajian epidemiologi terhadap risiko kasus COVID-19 di wilayah tertentu yang memahami adalah dokter, maupun pakar kesehatan atau tim Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 dari Dinas Kesehatan.

BACA JUGA: 5 Asteroid Dekati Bumi Sepanjang Januari 2022, 1 Seukuran Bangunan Besar

"Jadi nanti Pemda akan memperoleh rekomendasi, masukan dari bidang surveilans yang ada di Dinkes, kira-kira menurut ilmu kesehatan, kajian epidemiologi itu sudah berani tidak Bantul membuka PTM secara keseluruhan, atau yang terpilih saja," katanya.

Dia juga mengatakan, pelaksanaan PTM secara penuh 100 persen pun nantinya bisa saja diterapkan di sekolah-sekolah tertentu yang memang sudah aman, tetapi ada juga sekolah yang masih melaksanakan PTM secara terbatas atau tidak keseluruhan.

Bupati juga mengatakan, semua pihak terutama sekolah dan masyarakat menginginkan segera dilaksanakan PTM penuh, agar hilangnya masa pembelajaran (learning loss) tidak semakin berkepanjangan.

"Hilangnya pembelajaran secara berkepanjangan itu kita tidak ingin, makanya semua harus masuk sekolah, tetapi kapan itu, saya akan meminta lebih dulu pertimbangan tim surveilans COVID-19," katanya.

Bupati mengatakan, keputusan untuk membuka sekolah secara penuh dengan sistem PTM 100 persen diupayakan dapat diambil pada Januari 2022

"Kita targetkan bulan ini harus ada keputusan, supaya sekolah-sekolah itu tidak ragu-ragu, kalau dibuka ya buka, ditutup ya tutup, jadi jelas. Tidak buka tutup sehingga semua menjadi ragu-ragu," katanya.*

Sumber : Antara