Arca Dewa Kekayaan di Pantai Baron Segera Jadi Cagar Budaya Baru
Arca diduga Kuwera atau Jambhala di Gua Songobranti, Pantai Baron, segera ditetapkan sebagai cagar budaya baru di Gunungkidul.
Aktivitas lalu lintas di depan Gedung DPRD Gunungkidul, Selasa (4/1/2022). Gedung ini tidak lama lagi dibongkar dan akan didirikan bangunan yang baru./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, WONOSARI–DPRD Gunungkidul akan membangun gedung baru berlantai empat dengan biaya pembangunan ditaksir mencapai Rp44 miliar.
Sekretaris DPRD Gunungkidul Herry Sukaswadi mengatakan rencana pembangunan gedung DPRD sudah diwacanakan sejak lama. Pada saat pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2021, sempat ada plafon anggaran sekitar Rp9 miliar untuk pembangunan, tetapi dialihkan untuk penanganan dampak dari Covid-19 di tahun lalu. “Memang sempat tertunda, teapi pembangunannya akan dimulai di tahun ini,” kata Herry, Rabu (5/1/2022).
BACA JUGA: Jalanan di Maguwoharjo Ini Jadi Tempat Favorit Nongkrong, Banyak Jajanannya
Sesuai dengan masterplan dan detailed engineering design (DED), dana pembangunan mencapai Rp44 miliar. Pagu ini sudah disepakati bersama-sama dengan bupati dan pelaksanaan pembangunan dilakukan secara multiyears. Untuk tahun ini dialokasikan Rp12 miliar, sedangkan sisanya sekitar Rp32 miliar menggunakan anggaran di APBD 2023. “Rencananya dibangun selama 18 bulan, mulai tahun ini dan selesai di 2023,” ungkapnya.
Meski demikian, Herry mengakui, kesekretariatan DPRD tidak mengurusi masalah pembangunan karena pelaksanaan diserahkan sepenuhnya ke Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP), selaku organisasi perangkat daerah teknis. “Kami nanti sudah menerima jadi,” katanya.
Kepala Bidang Cipta Karya, DPUPRKP Gunungkidul, Agus Subaryanto mengatakan rencananya tahun pertama pembangunan konstruksi dengan pagu anggaran Rp12 miliar ditambah anggaran pengawasan sebesar Rp240 juta. Tahun kedua dialokasikan dana sekitar Rp32 miliar. “Memang pengerjaannya dengan model multiyears,” katanya.
BACA JUGA: PKL Dipindah, Pemda DIY Sebut untuk Memuliakan Malioboro
Agus mengakui pada saat sekarang masih dalam proses penyiapan lelang, guna mendapatkan rekanan yang akan membangun. “Mudah-mudahan awal April sudah bisa dilelang dan segera ada rekanan yang mengerjakan pembangunan gedung DPRD,” ujarnya.
Disinggung mengenai bentuk bangunan, ia memaparkan secara garis besar gedung dibangun empat lantai. Selain itu, dari sisi bentuk menggunakan model limasan. “Sudah ada desainnya dan itu yang menjadi patokan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Arca diduga Kuwera atau Jambhala di Gua Songobranti, Pantai Baron, segera ditetapkan sebagai cagar budaya baru di Gunungkidul.
Agrinas Palma Nusantara membuka lebih dari 20.000 lowongan kerja hingga Agustus 2026 untuk mendukung pengelolaan kebun sawit sitaan negara.
Nadiem Makarim melalui tim kuasa hukumnya melaporkan empat hakim PN Tipikor Jakarta Pusat ke Komisi Yudisial terkait dugaan pelanggaran etik.
Kalijawi membuktikan tabungan Rp2.000 per hari mampu mendorong renovasi rumah, memperkuat ekonomi warga, dan menata kampung di Jogja.
CLASSY Modifest 2026 di Yogyakarta menampilkan karya modifikasi kreator lokal, meningkatnya peserta perempuan, dan kolaborasi seni.
25 orang tewas akibat gelombang panas di AS, 40 juta penduduk dalam peringatan. Suhu tembus 45,5°C di Arizona dan California.