87 Anak di Kulonprogo Tak Boleh Divaksin Covid-19 oleh Orang Tua, Ini Alasannya

Salah satu siswa SD mendapat injeksi vaksin Sinovac dosis pertama di XT Square, Kemantren Umbulharjo, Jogja, Selasa (28/12/2021). - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
07 Januari 2022 07:07 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Sedikitnya 87 anak di Kulonprogo tidak diizinkan orang tua mereka menerima vaksin Covid-19. Total anak yang belum menerima vaksin Covid-19 di Kulonprogo mencapai 9.857.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Baning Rahayujati mengatakan capaian vaksinasi Covid-19 anak di Bumi Binangun 72,2% atau setara dengan 25.600 anak dari total target sasaran vaksinasi Covid-19 sebesar 35.457 anak.

“Dari sekitar 9.857 anak, 50 persen di antaranya tidak hadir dengan berbagai alasan. Kemudian ada sekitar 46 persen yang urung divaksin karena sakit (ditunda). Terakhir, ada dua persen atau sekitar 87 anak yang tidak diizinkan ikut program vaksinasi karena orang tuanya menolak,” kata Baning saat jumpa pers yang di kantor Dinkes Kulonprogo, Wates, Kulonprogo, Kamis (6/1/2022).

Menurut Baning, orang tua memutuskan anak mereka tidak menerima vaksin Covid-19.

"Alasan orang tua macam-macam, ada yang alasan agama, ada juga yang menolak karena menunggu vaksin produksi Indonesia. Intinya belum mau disuntik vaksin," terang Baning.

Penolakan tidak membuat Dinas Kesehatan Kulonprogo menghentikan sosialisasi vaksinasi Covid-19 ke masyarakat. Vaksinasi Covid-19 dinilai Baning masih menjadi upaya ampuh untuk menekan efek paparan Covid-19.

"Kami tetap menggandeng sejumlah tokoh masyarakat, Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kulonprogo untuk memberikan vaksinasi Covid-19 ini ke masyarakat," ungkap Baning.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Fajar Gegana, mengatakan upaya vaksinasi Covid-19 anak di Kulonprogo saat ini menjadi fokus perhatian dari Pemkab Kulonprogo.