PTM 100% di Sleman Digelar Pekan Ketiga Januari

Ilustrasi. - Antarafoto
10 Januari 2022 19:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman masih mengkaji rencana penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) 100% di sekolah-sekolah. Rencananya, pelaksanaan PTM 100% akan digelar pekan depan jika tidak ada lonjakan kasus Covid-19.

Kepala Disdik Sleman Ery Widaryana mengatakan rencana pelaksanaan PTM akan digelar pekan ketiga pada Januari ini. Disdik masih akan mengevaluasi pelaksanaan PTM terbatas yang digelar selama pekan kedua Januari. "Hasil evaluasi pekan pertama kemarin, PTM yang masih 70% berjalan baik. Kami berharap pekan kedua juga berjalan dengan baik," katanya, Senin (10/1/2022).

Evaluasi pelaksanaan PTM terbatas, kata Ery, dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penularan Covid-19 di lingkungan warga sekolah. Hasil evaluasi dua pekan pertama Januari, katanya, akan menentukan PTM dengan kapasitas 100%. "Kami masih akan melihat bagaimana kondisi pasca liburan akhir tahun kemarin. Kenapa evaluasi dilakukan dua minggu? Sebab masa inkubasi virus Covid-19 kan 10-14 hari. Jadi ini untuk memastikan keamaan siswa," katanya.

BACA JUGA: Dilema Skuter Malioboro: Dinikmati Wisatawan, Mengganggu Pengguna Jalan

Dijelaskan Ery, evaluasi selama dua pekan PTM terbatas dilakukan setiap hari. Dia berharap selama dua minggu pertama Januari, tidak terjadi lonjakam kasus Covid-19. "Hasil pemantauan pengawas sekolah alhamdulillah lancar. Tidak ada kasus Covid-19 di sekolah dan Protokol Kesehatan berjalan dengan baik," katanya.

Disdik, lanjut Ery, sudah berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 kapanewon dan kabupaten untuk mengantisipasi pelaksanaan PTM 100%. Disdik meminta dukungan instansi terkait untuk memonitor pelaksanaan PTM 100% nanti dapat berjalan dengan baik. "Kami juga masih menyelesaikan proses vaksinasi bagi siswa SD dan SMP yang belum divaksin. Diharapkan, 27 Januari semua siswa sudah divaksin sehingga menambah rasa aman bagi siswa," katanya.

Jika PTM dilaksanakan 100%, kata Ery, maka proses pembelajaran siswa di sekolah akan ada perubahan di mana siswa sudah bisa masuk 100% dan jam pelajaran bertambah hingga 6 jam setiap hari. "Kalau PTM terbatas, waktu dan siswa yang masuk dibatasi. Berbeda dengan PTM 100%. Ya normal seperti sebelum pandemi namun ada pengendalian-pengendalian," jelasnya.

Dia menyontohkan, saat PTM 100% kantin sekolah masih belum dibolehkan beroperasi. Begitu juga dengan saat pelajaran olahraga, akan diatur agar siswa tidak berkerumun. Prakteknya juga dilakukan di sekolah dan tidak dibolehkan keluar sekolah. "Anak-anak masih diminta membawa bekal dari rumah dan dicegah untuk tidak berkerumun," katanya.

Kepala SMPN 3 Prambanan Nurani sudah melakukan bersiap-siap untuk penyelenggaraan PTM 100%. Pihaknya akan mengatur satu bangku untuk satu siswa agar tetap bisa menjaga jarak. "Insyaallah sudah siap. Kami sudah berkali-kali melakukan persiapan. Siswa akan diatur masuk kelas dengan satu meja satu anak agar tetap ada jarak," katanya.