Penyimpangan Seksual Ganggu Penanganan Stunting di Kulonprogo

Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo saat ditemui di SMAN 1 Wates, Kulonprogo, Sabtu (8/1/2022). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
10 Januari 2022 07:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo mendorong adanya keterbukaan di lingkungan pendidikan baik formal maupun nonformal. Hal ini sangat penting untuk mengantisipasi terjadinya tindak penyimpangan seksual yang marak terjadi akhir-akhir ini.

"Keterbukaan di dalam lingkungan pendidikan sangat penting, dalam artian sebagai kontrol. Ketika pendidikan didominasi oleh satu orang dan sangat ditakuti, kalau tidak disertai dengan kontrol yang baik nanti akan muncul masalah," kata Hasto saat ditemui di sela-sela menghadiri acara di SMA Negeri 1 Wates, Sabtu (8/1/2022).

Pengawasan, menurut Hasto, bisa dilakukan laiknya di internal institusi pemerintah seperti yang dilakukan oleh satuan pengawas internal. Kontrol terhadap institusi pendidikan formal maupun nonformal diharapkan mampu mengantisipasi terjadinya aksi penyimpangan seksual yang berdampak terhadap penanganan stunting di Indonesia. "Aksi penyimpangan seksual yang terjadi bisa mengakibatkan unwanted pregnancy atau kehamilan yang tidak dikehendaki. Jangankan memikirkan bayinya, memikirkan diri sendiri [korban pemerkosaan atau pelecehan seksual] saja sudah stres," ujar Hasto.

Tingginya angka kehamilan yang tidak diinginkan ini jelas berdampak kepada penanganan stunting di Indonesia. Hasto merasa prihatin dengan aksi penyimpangan seksual yang dilakukan oleh orang dewasa yang menghamili anak maupun remaja. "Penyimpangan seksual sangat kontraproduktif dengan kualitas sumber daya manusia yang selama ini diharapkan oleh Presiden Jokowi. Presiden mengharapkan agar kualitas SDM di Indonesia semakin membaik," kata Hasto.

Mantan Bupati Kulonprogo ini menilai jika lembaga pendidikan keagamaan seharusnya mampu membentuk karakter anak bangsa seiring dengan maraknya mental health issues yang saat ini kasusnya menjadi perhatian BKKBN."Kalau ditambah dengan adanya kasus pelecehan seksual di lingkungan pendidikan keagamaan, maka bisa memperberat lagi upaya kami untuk membentuk SDM di Indonesia yang berkualitas dan mampu bersaing," kata Hasto.

Bupati Kulonprogo, Sutedjo mengatakan kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang pengasuh ponpes di Kapanewon Sentolo kepada salah seorang santriwati sangat memprihatinkan. Pemkab Kulonprogo menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada pihak kepolisian. "Kami sangat prihatin dengan adanya kasus ini. Semoga kasus tersebut tidak terjadi lagi khususnya di wilayah Kulonprogo. Kami mengharapkan agar masyarakat tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya pengusutan kasus ini kepada pihak berwajib," kata Sutedjo.