Kronologi Baliho Setinggi 30 Meter Ambruk di Perempatan Concat

Sejumlah petugas mengkondisikan baliho ambruk di simpang Jalan Affandi-Ringroad Utara, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Rabu (12/1/2022) - Harian Jogja/Lugas Subarkah
12 Januari 2022 18:27 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Hujan dan angin kencang melanda wilayah Condongcatur (Concat), Kapanewon Depok, Rabu (12/1/2022) siang. Meski tak lama, kencangnya angin menyebabkan satu baliho ambruk.

Baliho ambruk berada di perempatan Concat tepatnnya simpang Jalan Affandi-Ringroad Utara sisi barat daya, sebelah barat pos polisi.

Baliho yang roboh menimpa satu tiang lampu appil dan kabel listrik sehingga menyebabkan tiang listrik di dekatnya ikut roboh nyaris mengenai Apotek Depok. Akibat kejadian ini, lalu lintas di sekitar lokasi sempat mengalami kemacetan cukup panjang.

Kabid Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Bambang Kuntoro, menjelaskan baliho ambruk terjadi sekira pukul 14.00 WIB karena hujan dan angin kencang. “Alhamdulillah tidak ada korban,” ujarnya.

Ia menyebut baliho ini memiliki tinggi sekitar 30 meter, yang merupakan baliho lama. Lantaran ukurannya yang besar, membutuhkan waktu lama untuk mengevakuasinya. “Cukup besar sehingga perlu peralatan yang memadahi. Kalau dari unit kami tidak memiliki alat untuk mengkondisikan,” katanya.

Maka pihaknya berkoordinasi dengan sejumlah pihak lain untuk mendatangkan alat yang lebih mumpuni untuk mengevakuasi, yakni las listrik besar. Dengan alat ini, baliho akan dipotong-potong terlebih dahulu sebelum dievakuasi. Ia juga melibatkan pihak pemilik baliho untuk ikut bertanggung jawab. “Disingkirkan dulu biar lalu lintas cepat lancar,” ungkapnya.

Panewu Depok, Wawan Widiantoro, menuturkan hujan mulai turun sekitar pukul 13.30 WIB yang kemudian disertai angin kencang. “Anginnya tidak terlalu lama tapi cukup kencang dan ternyata menyebabkan salah satu baliho yang ada di perempatan Condongcatur ini roboh [ambruk],” katanya.

BACA JUGA: Wisata Museum Gunung Merapi Dibuka Kembali, Pengunjung Mulai Ramai

Atas kejadian yang membahayakan pengendara dan warga sekitar ini, ia berharap dapat menjadi pelajaran bersama. “Kepada pihak yang berwenang maupun pemilik titik-titik reklame saya harapkan untuk diadakan pemeriksaan yang rutin periodik sehingga mana-mana yang rawan terjadi roboh apabila kena angin bisa terdeteksi secara dini,” ungkapnya.

Lalu lintas sempat macet akibat kejadian ini. Polisi pun menutup sementara beberapa akses jalan seperti dari selatan dan barat ke utara, dari utara ke barat dan selatan. Simpang empat UPN Veteran Yogyakarta juga sempat ditutup untuk jalur ke barat.