Hadapi Omicron, Pemkab Bantul Mulai Diapkan RS dan Selter

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih - Harian Jogja/Dok.
14 Januari 2022 17:57 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Pemkab Bantul menyatakan rumah sakit dan isoter di Bantul siap mengahadapi kemungkinan terburuk akibat kasus Covid-19. Ratusan tempat tidur pasien Covid-19 saat ini masih tersedia, mengingat hingga Jumat (14/1/2022) hanya satu pasien yang menjalani isolasi.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih secara tegas menyampaikan selter-selter di tingkat kabupaten hingga desa dalam kondisi off. Sementara itu tingkat BOR di rumah sakit juga sudah rendah. "Artinya apa, Covid-19 itu semakin melandai. Bahkan hari ini, tinggal satu orang. Itu lah kenapa selter-selter dan rumah sakit, selter utamanya tidak ada penghuninya dan rumah sakit BOR-nya rendah," tuturnya.

"Namun kita diingatkan untuk mewaspadai varian Covid-19 Omicron. Omicron ini identifikasinya cepat menyebar, walaupun mayoritas yang terpapar Omicron itu tanpa gejala," tandasnya.

BACA JUGA: Sultan HB X: Soal Covid-19 Omicron Tunggu Hasil Lab

Mengantisipasi kemungkinan adanya Omicron, Halim telah menginstruksikan selter dan rumah sakit untuk aktif kembali dan bersiap menghadapi kemungkinan terburuk. "Kemarin sudah kami koordinasikan dengan Dinkes. Agar menyiapkan rumah sakit kita, RSLKC, RS Panembahan Senopati dan rumah sakit rujukan Covid-19 negeri maupun swasta di Kabupaten Bantul," tuturnya.

Meski telah bersiap Halim berharap lonjakan kasus apalagi penyebaran varian omicrom tidak terjadi. Oleh karenanya selain meminta fasilitas kesehatan stanby, Halim juga mengimbau masyarakat untuk tetap taat prokes.

"Selter-selter harus kita setel untuk aktif lagi, ya jaga-jaga saja. Mudah-mudahan yang kita khawatirkan ini tidak terjadi, asal kita kembali lagi kepada penerapan prokes yang ketat," tegasnya.