Advertisement

Pohon Tumbang dan Banjir Terjang Bantul

Catur Dwi Janati
Kamis, 20 Januari 2022 - 13:07 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Pohon Tumbang dan Banjir Terjang Bantul Foto ilustrasi. - Ist/Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL - Diguyur hujan berjam-jam, belasan pohon di wilayah Bantul tumbang. Tak hanya pohon yang bertumbangan, sejumlah banjir juga terjadi akibat hujan deras pada Rabu (19/1/2022).

Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Agus Yuli Herwanta pada Kamis (20/1) melaporkan sejumlah kejadian bencana yang terjadi akibat hujan deras yang berlangsung. Ia mencatat terdapat 11 pohon tumbang, enam banjir, satu pagar roboh dan satu tanggul jebol yang tersebar di berbagai wilayah Bantul.

Advertisement

"Kejadian tersebut tersebar di sembilan Kapanewon yang meliput 13 Kalurahan," tandasnya.

Cuaca ekstrim ini berdampak pada berbagai fasilitas pribadi maupun umum. Selain beberapa rumah yang terdampak langsung, sarana umum seperti akses jalan juga terdampak akibat beberapa kejadian bencana yang terjadi.

Baca juga: Aneh! Musim Hujan Tetapi Cuaca di Jogja Cerah

"Adapun dampak cuaca ekstrem secara rinci sebagai berikut, 11 rumah terdampak, empat akses jalan dan empat jaringan PLN serta satu jaringan telepon terdampak," ujarnya.

Kerugian secara materiel diestimasi sampai jutaan rupiah. "Estimasi kerusakan yang diakibatkan cuaca ekstrim tersebut kurang lebih Rp2,9 juta," tandasnya.

Dengan adanya beberapa bencana ini BPBD bersama relawan FPRB bergerak cepat melakukan evakuasi di berbagai titik bencana yang terjadi. "Melakukan penanganan dan evakuasi pohon tumbang bersama warga, relawan dan petugas terkait," ujarnya.

BPBD dijelaskan Agus juga masih akan melakukan pemantauan sejumlah sungai yang memiliki potensi meluap. Selain itu asesmen pada sejumlah lokasi terdampak pun turut dilakukan. "Pantauan sungai oleh beberapa potensi yang ada, masih berlanjut," tukasnya.

Advertisement

Mengantisipasi kondisi cuaca ekstrem yang masih berlangsung, Agus mengimbau warga untuk tetap waspada dan siap siaga pada potensi bencana di sekitar lingkungannya. "Selalu berloordinasi dengan Pemerintah Kalurahan, FPRB, lembaga terkait dan jejaring relawan untuk meningkatkan kewaspadaan," tegasnya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement