Advertisement
PKL Malioboro Diundi untuk Tempati Lapak Baru, Begini Prosesnya

Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Setelah Wilujengan Teras Malioboro, kini Pemerintah Kota Jogja mempersiapkan pemindahan pedagang kali lima (PKL). Menurut Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, penempatan lapak akan diundi. Pemkot Jogja dan paguyuban bersepakat pengundian secara terbuka.
“Sudah tinggal teknis saja, tapi belum tahu kapan dijalankan, termasuk pengundian dan segala macam. Per pedagang undiannya, kesepakatan teman-teman PKL kemarin pengennya undian [terbuka], proses komunikasi sudah lama jalan, kalau [undian di internal] komunitas [berpotensi] ada persoalan enak dan tidak enak, adil dan tidak adil,” kata Heroe, Kamis (27/1/2022).
Advertisement
BACA JUGA: Sejarah Bioskop Indra: Kini Jadi Teras Malioboro, Dulu Tempat Hiburan Sosialita Zaman Belanda
PKL yang akan menempati lapak adalah yang sudah tergabung di komunitas serta didata Pemkot Jogja. PKL yang belum ikut paguyuban dan belum terdata tidak bisa mendapatkan lapak, termasuk yang mengaku pendorong gerobak.
Pemkot Jogja juga berencana membuat panggung hiburan di Teras Malioboro 1 dan 2. “Ini menyangkut dengan hiburan, misal seni dan budaya nanti ada, digelar dalam beberapa waktu. Meski sebenarnya ada atau tidaknya panggung hiburan tidak berpengarug, karena yang dicari wisatawan adalah mereka [PKL),” kata Heroe.
BACA JUGA: Direlokasi, PKL Malioboro Dibebaskan Pajak dan Retribusi selama Setahun
Heroe memastikan Malioboro tetap menjadi tujuan mencari oleh-oleh, tempat berfoto, membuat video, dan sebagainya. Pemusatan lokasi PKL justru memudahkan wisatawan yang berkunjung. “Malah sekarang wisatawan akan lebih mudah mendapatkan berbagai oleh-oleh dalam satu kawasan, akses menjadi lebih leluasa, bisa berjalan di sepanjang Malioboro dengan lebih santai,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Warga Srandakan Bantul Tangkap Pencuri Sepeda Motor
- Polda DIY Catat Titik Arus Balik Tertinggi ada di Tempel
- Lurah di Gunungkidul Wajib Bikin LHKPN ke KPK
- Pakar UGM Nilai Desentralisasi Total Pengelolaan Sampah Tidak Tepat
- Kegiatan Monoton dan Kurang Menarik Jadi Pengganjal Peningkatan Lama Tinggal Wisatawan di DIY
Advertisement
Advertisement