Advertisement

Edarkan Pil Koplo, Siswi SMK di Gunungkidul Ditangkap

David Kurniawan
Kamis, 27 Januari 2022 - 12:37 WIB
Jumali
Edarkan Pil Koplo, Siswi SMK di Gunungkidul Ditangkap Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, WONOSARI - Jajaran Satresnarkoba Polres Gunungkidul mengungkap kasus peredaran pil koplo dengan melibatkan salah seorang siswi, KRN, 16. Pelajar putri SMK di wilayah Kapanewon Playen, itu ditangkap, Sabtu (22/1/2022) lalu. Meski berstatus tersangka, pelajar putri ini tidak ditahan karena pengawasan diserahkan sepenuhnya ke orang tua.

Kasat Reskoba Polres Gunungkidul, Dwi Astuti Handayani mengatakan, pengungkapan kasus bermula dari laporan warga tentang kegiatan para pemuda yang meresahkan. Laporan ini pun ditindaklanjut melakukan pemeriksaan hingga akhirnya ditemukan sepuluh butir pil berwarna dengan logo Y milik KRN yang berusia 16 tahun.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Adanya Pengungkapkan ini langsung dikembangkan hingga akhirya menangkap tiga pelaku lainnya. Untuk tersangka PRN,18, dengan bukti 150 butir, JNH,19, yang diamankan bersama handphone untuk transaksi, serta dengan PTR,19, asal Prambanan yang memasok barang haram ini.

“Kami masih mengejar satu Daftar Pencarian Orang [DPO] yang menjadi bandar pemasok jaringan ini,” kata Astuti kepada wartawan, Kamis (27/1/2022).

Dia menjelaskan, tersangka PRN masih berstatus pelajar SMK. Meski berstatus tersangka dan proses hukum terus berjalan. Sementara yang bersangkutan tidak ditahan Kaaren pengawasan dikembalikan ke orang tua serta mendapatkan bantuan dari pihak RT hingga Bappas.

“Dari pemeriksaan awal baru menjual selama beberapa bulan kepada teman sepermainnya. Untuk proses hukum penanganan akan lebih cepat ketimbang kasus lainnya yang ditangani karena statusnya masih di bawah umur,” katanya.

Astuti menambahkan, satu paket kecil berisi 10 butir pil koplo dijual dengan rentang harga Rp40.000-50.000. Sedangkan untuk satu toples berisi 1.000 butir dibeli dengan harga Rp950.000, kemudian bisa laku dijual di kisaran Rp1,5 juta.

“Kasus penyalahgunaan obat-obat ini menjadi perhatian yang serius. Selain harga jual yang relatif murah, pengedarnya juga banyak melibatkn anak-anak muda,” katanya.

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Tak Hanya Presiden Jokowi dan Ibu Negara, Kaesang Juga Disiram Oleh Sejumlah Menteri

News
| Jum'at, 09 Desember 2022, 12:37 WIB

Advertisement

alt

Ikut Genjot Kualitas SDM Desa Wisata, Ini yang Dilakukan oleh BCA

Wisata
| Kamis, 08 Desember 2022, 23:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement