Advertisement

Begini Cara Milenial Jogja Kenalkan Museum..

Sunartono
Jum'at, 28 Januari 2022 - 07:47 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Begini Cara Milenial Jogja Kenalkan Museum.. Kegiatan memperkenalkan museum pada kalangan milenial di SMKN 2 Jogja, Kamis (27/1/2022). - Harian Jogja/Sunartono

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Sejumlah anak milenial memperkenalkan museum kepada remaja lainnya melalui Safari Duta Museum di SMKN 2 Kota Jogja, Kamis (27/1/2022). Dengan difasilitasi Dinas Kebudayaan DIY, milenial ini mengajak para pelajar untuk mengenal museum yang berada di DIY.

Kegiatan berlangsung di Aula sekolah tersebut berlangsung santai dihadiri puluhan pelajar dengan protokol kesehatan ketat. Salah satu Duta Museum DIY 2022 Ramdani Racmat mengatakan berbagai upaya dilakukan untuk menarik perhatian pelajar agar memiliki ketertarikan dengan museum. Remaja berusi 23 tahun ini memberikan motivasi kepada pelajar bahwa DIY memiliki banyak museum yang menarik dibandingkan daerah lain.

Advertisement

“Kami berusaha menjelaskan bahwa banyak musuem di Jogja ini menarik dan tematik. Misalnya mau memilih soal pahlawan TNI AU, ada, mau melihat soal budaya kraton ada, soal perang kemerdekaan ada. Tinggal memilih. Kami berharap teman-teman pelajar juga terbiasa nongkrong di Museum,” katanya di sela-sela Safari Duta Museum bertajuk Wajah Baru Museum.

Nadia Farah Safana Duta Museum 2022 untuk Museum Gunung Api Merapi mengatakan perlu adanya jalan tengah antara kebutuhan kaum milenial dengan kalangan tua. Sehingga kondisi museum bisa menyesuaikan dengan milenial.

Baca juga: 26 Warisan DIY Jadi Warisan Budaya Indonesia, Ini Daftar Lengkapnya: Lemper Hingga Wiwitan Pari

“Harapannya perbedaan pandangan ini mampu menjadi jalan tengah untuk menciptakan suasana museum yang ramah untuk semua kalangan,” katanya.

Guru SMKN 2 Jogja Ridho Saputro menambahkan siswanya sangat antusias dengan kegiatan Safari Duta Museum. Karena selama pandemi belum pernah menggelar kegiatan serupa atau tatap muka dalam event tertentu. “Kami berharap museum harus sudah berbasis IT, dikemas bisa menjadi tempat nongkrong bagi anak muda, ini akan menjadi strategi mendatangkan milenila ke museum. Nongkrongnya agar bermanfaat, salah satunya di museum,” katanya.

Staf Analisis Pemasaran Museum Taman Pintar Agus Budi dalam kesempatan itu sepakat bahwa museum saat ini harus berbasis teknologi. Misalnya suatu koleksi tidak bisa dipegang atau diraba, dengan teknologi sebenarnya bisa dikemas untuk dapat berinteraksi. “Karena tanpa ada interaksi, dia akan merasa kering,” ucapnya. 

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Keren! Warga Desa Ini Tanam Padi Bergambar Soekarno

News
| Selasa, 28 Juni 2022, 23:27 WIB

Advertisement

alt

Daftar 10 Kota Paling Layak Huni di Dunia

Wisata
| Sabtu, 25 Juni 2022, 23:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement