Pengusaha Baju Muslim di Bantul Raup Omzet Rp1 Miliar dalam Sebulan
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Warga beraktivitas mengenakan masker. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, BANTUL-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul, Wildan Nafis meminta Pemerintah Kabupaten Bantul kembali memperketat kegiatan masyarakat seiring dengan meningkatnya kasus Covid-19 di Bantul.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Bantul, kasus aktif di Bantul per 31 Januari 2022 mencapai 65 kasus. padahal sebelumnya kasus Covid-19 di Bantul sempat nol kasus. Kasus aktif saat ini terbanyak di Kapanewon Banguntapan sebanyak 19 orang, kemudian disusul Kapanewon Sewon 12 orang, Kasihan 11 orang,Kapanewon Bantul lima orang, Kapanewon Piyungan dan Jetis masing-masing empat orang, Kapnewon Imogiri tiga orang.
Kemudian di Kapanewon Pleret, Pundong, Sedayu, masing-masing dua orang, serta Kapnewon Kretek satu orang. Wildan mengatakan cepatnya penularan Covid-19 karena terjadi kerumunan dalam kegiatan masyarakat terutama wisata dan di pasar
“Saya sebagai ketua komisi B DPRD Bantul menyarankan pelaku wisata termasuk di Dinas Pariwisata untuk memperketat kembali protokol kesehatan. Para pelaku wisata termasuk warung-warung makan dan pengelola wisata harus melaksanakan prokes. Event-event sementara dibatasi dulu, kalau bisa ditiadakan terlebih dahulu,” kata Wildan, Selasa (1/2/2022).
BACA JUGA: Jualan Narkoba, Warga Kulonprogo Berkedok Jadi Pedagang Pecel Lele
“Lebih baik kita mencegah dari pada mengobati. Lebih baik kita waspada dari sekarang daripada nanti kasus Covid-19 tidak terkendali lagi. Kalau sudah tidak terkendali akan merepotkan semua pihak. Dampaknya pertumbuhan ekonomi yang sudah berjalan kembali terhambat,” tambah Wildan.
Tidak hanya tempat wisata yang menjadi sorotan, namun juga kegiatan lainnya termasuk di pasar-pasar yang berpotensi terjadi kerumunan orang yang harus diwaspadai dan diperketat kembali penerapan protokol kesehatannya.
Sekedar diketahui di tengah kasus Covid-19 meningkat namun objek wisata justeru ramai dikunjungi wisatawan. Bahkan di hari kejepit nasional (Harpitnas) pada Senin (31/1/2022) berdasarkan data Dinas pariwisata Bantul sebanyak 5.626 wisatawan berkunjung ke sejumlah objek wisata di Bantul. Dari jumlah tersebut 5.150 orang di antaranya berkunjung ke Pantai Parangtritis dan sekitarnya.
Jumlah itu baru objek wisata yang dikelola oleh Pemkab Bantul. Belum termasuk di objekw siata yang dikelola masyarakat. Kepala Seksi Promosi dan Informasi Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Adi mengatakan selama Januari 2022 jumlah wisatawan yang berkunjung ke objek wsiata yang dikelola Bantul sebanyak 284.542 orang, “Sekitar 85% mendatangi Parangtritis,” ujar Markus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Pembangunan akses keluar-masuk (ramp on/off) dan Gerbang Tol Trihanggo di area Simpang Kronggahan, Sleman terus bergulir. Proyek konstruksi yang menjadi bagian
Survei State of Motherhood 2026 ungkap rumah tangga bisa kacau dalam 1–2 hari tanpa peran ibu
Kadek Dhinda tersingkir di Malaysia Masters 2026 setelah kalah dari Ratchanok Intanon di babak 32 besar
Bek Persib Bandung Frans Putros masuk skuad sementara Irak untuk Piala Dunia 2026 dan berpeluang mencetak sejarah bagi Liga Indonesia.
Rumah di Panggungharjo Bantul terbakar dini hari diduga korsleting listrik, kerugian sekitar Rp20 juta