Pemkot Pekalongan Cegah Kekerasan Seksual di Pesantren
Pemkot Pekalongan, Polres, dan Kemenag melatih pengasuh pesantren untuk memperkuat pencegahan dan penanganan kekerasan seksual terhadap santri.
PKL Malioboro mulai melihat lokasi Teras Malioboro 2 yang menjadi tempat baru. Mereka mulai menata tempat pada Selasa (1/2/2022). /Harian Jogja-Sunartono.
Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY berencana memanfaatkan lahan eks Kampus UPN sebagai tempat parkir untuk pengunjung Teras Malioboro. Pemerintah akan melakukan berbagai upaya untuk menarik pengunjung agar nyaman menuju ke lokasi tempat baru para PKL Malioboro.
Kepala Dinas Perhubungan DIY Ni Made Dwipanti menilai sejumlah tempat parkir untuk Teras Malioboro baik 1 maupun 2 sebenarnya sudah ada saat ini. Ia mencontohkan untuk Teras Malioboro 2 dekat dengan Taman Parkir Abu Bakar Ali sehingga para pengunjung dapat memanfaatkan tempat parkir yang beroperasi sejak 2016 ini. Sedangkan untuk Teras Malioboro 1, kata dia, tempat parkir lebih banyak, mulai dari Pasar Sore (selatan Pasar Beringharjo) hingga kawasan Parkir Senopati.
BACA JUGA: Tips Sepele Mendapatkan Durian yang Manis, Selamat Mencoba!
“Kalau misalnya mau pakai on street, tetapi harus jalan yang memang tidak ada larangan parkir sesuai ketentuan dari Pemkot Jogja. Karena tidak semua ruas jalan itu boleh dipakai untuk parkir,” katanya saat ditemui usai Rapat Koordinasi dengan Komisi C DPRD DIY, Jumat (4/2/2022).
Akan tetapi saat ini sedang diupayakan untuk menggunakan lahan eks Kampus UPN yang berada di Ketandan sebagai tempat parkir tambahan di kawasan Malioboro.
Lahan ini sangat strategis karena cukup dekat dengan Teras Malioboro 1. Made mengatakan wacana penggunaan lahan ini masih dalam proses koordinasi antarlembaga, dalam hal ini Pemda DIY dengan UPN Jogja. Harapannya Pemda DIY dapat memanfaatkan lahan tersebut untuk parkir.
“Masih dalam fase koordinasi, sudah ada surat permintaan juga dari Pak Gubernur ke UPN, harapannya kita bisa mengoptimalisasi lahan yang ada di sana. Di Ketandan kan dekat sekali dengan TM 1 [Teras Malioboro 1],” katanya.
Made mengatakan setelah mendapatkan persetujuan penggunaan lahan eks UPN, Pemda DIY akan melakukan kajian untuk melihat pentingnya kebutuhan lahan parkir untuk menunjang perekonomian warga.
“Sambil jalan, proses setahun ini kalau bisa [proses administrasi] selesai, memang belum ada pembangunan, masih seperti itu. Kami masih studi dulu juga, berkaitan ekonomi finansial seperti apa,” ucapnya.
Pemda DIY juga akan memaksimalkan penggunaan lahan parkir Beskalan yang memiliki kapasitas 375 motor. Rencananya para PKL Teras Malioboro 1 akan diberikan fasilitas menggunakan tempat parkir ini dengan tarif berbeda dari yang reguler. Program ini digulirkan untuk memudahkan para PKL. Akan tetapi tidak semua kuota parkir, melainkan hanya sekitar 25% saja.
“Kemarin sudah ada inisiasi untuk mengakomodasi PKL meski pun tidak semuanya, untuk menjadi pelanggan memarkir kendaraannya di Beskalan. Ini untuk memberi kemudahan dengan biaya yang tidak sama dengan reguler,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Pekalongan, Polres, dan Kemenag melatih pengasuh pesantren untuk memperkuat pencegahan dan penanganan kekerasan seksual terhadap santri.
Fête de la Musique 2026 digelar di Jogja, hadirkan musisi emerging dan perkuat kolaborasi budaya Indonesia–Prancis.
UGM teliti fenomena api di Seyegan Sleman, analisis georadar dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan gas dalam retakan tanah.
Kejagung geledah kasus korupsi MBG di Jakarta dan Bandung, 4 tersangka termasuk pejabat BGN, bukti elektronik disita.
Pemerintah bangun 100 Sekolah Nasional Terintegrasi 2026 untuk pemerataan pendidikan, termasuk di IKN dan berbagai daerah.
DPP PKB menetapkan pengurus DPC PKB DIY 2026-2031. Seluruh posisi sekretaris di lima kabupaten/kota diisi kader perempuan.