Advertisement
Malioboro Sudah Bersih dari PKL! Begini Penampakannya..
Suasana kawasan Malioboro tanpa adanya PKL, pada Rabu (9/2/2022). - Harian Jogja/Sunartono.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA--Kawasan sepanjang Jalur Pedestrian Malioboro dipastikan sudah bersih dari keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL). Semua PKL yang terdata telah pindah di Teras Malioboro 1 dan Teras Malioboro 2.
Berdasarkan pantauan Harianjogja.com, Rabu (9/2/2022) dari ujung utara Jalan Malioboro hingga selatan tidak ditemukan PKL baik di sisi barat maupun timur. Aktivitas transaksional di jalur pedestrian yang tampak hanya berupa skuter listrik yang masih disewakan di kawasan tersebut.
Advertisement
Dengan tidak adanya PKL, kini Malioboro lebih banyak ruang bagi wisatawan untuk sekadar jalan-jalan. Wisatawan bisa leluasa melewati teras pertokoan maupun jalur pedestrian tanpa adanya PKL. Selain itu konsentrasi wisatawan saat ini terpecah, tidak hanya berada di jalur pedestrian, namun mereka banyak yang berada di Teras Malioboro 1 maupun 2.
BACA JUGA: Konflik Tambang Wadas Pecah! Ini Kaitan Bendungan Bener dengan Jogja
Kondisi ini berpengaruh terhadap tempat parkir di sekitar Teras Malioboro. Kawasan Jalan Pabringan atau selatan Pasar Beringharjo tampah penuhi sepeda motor kiri dan kanan jalan. Lokasi ini hanya beberapa meter dari Teras Malioboro 1.
Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmat menegaskan per Selasa (8/2/2022), sudah tidak ada barang milik PKL yang berada di sepanjang Jalan Malioboro. Para PKL secara persuasif memindahkan sendiri barang-barang mereka ke tempatnya yang baru.
“Secara umum sudah bersih, tidak ada PKL lagi di Jalur Pedestrian Malioboro. Mereka telah pindah ke Teras Malioboro,” katanya, Rabu (9/2/2022).
Meski demikian Satpol PP masih terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya PKL liar yang tidak terdata di paguyuban nekat berjualan di Jalur Pedestrian. Semua PKL sudah sepakat tidak ada yang jualan di sepanjang Malioboro. Bahkan telah disepakati tidak boleh berjualan di sirip Malioboro dengan jarak 10 meter.
“Cuma di Kemantren Gedongtengen tidak bisa 10 meter karena kalau 10 meter berada di depan rumah orang, sehingga dengan kesepakatan Mantri Pamong Praja dan PKL di Dagen dan Sosrowijayan hanya 3 meter,” katanya.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menyatakan proses pemindahan PKL Malioboro ke dua tempat baru berjalan lancar. Sebagian besar PKL mendukung untuk berpindah. Kondisinya pun kini sudah mulai membaik karena dari hasil pantauan tergolong ramai pengunjung.
“Melalui dinas terkait dan kolaborasi dengan kota tentu kami memberikan pendampingan, termasuk upaya promosi informasi kepada wisatawan terkait tempat baru Teras Malioboro,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Top 10 Harian Jogja, 19 Februari 2026: Banjir di Klaten, YouTube Down
- Taman Budaya Bantul Segera Dibangun Seusai Lebaran 2026
- DIY Miliki Ribuan Cagar Budaya, Masyarakat Diminta Ikut Menjaga
- Dana Desa Gunungkidul 2026 Bisa Dicairkan, Target Rampung Maret
- Teror BEM UGM Meluas ke Keluarga, Pakar Soroti Pola Terorganisasi
Advertisement
Advertisement








